Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menunjukkan komitmen nyata dalam mempererat tali persaudaraan antarwarga pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Sebanyak 30 hewan kurban didistribusikan secara merata ke berbagai wilayah di Kota Singkawang pada Rabu (27/5/2026), sebagai langkah konkret untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Distribusi Hewan Kurban di Empat Kecamatan
Ketua DPD LDII Kota Singkawang, Ferli Dedek, merincikan bahwa puluhan hewan kurban tersebut terdiri atas 13 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Seluruh hewan ini telah disalurkan ke sejumlah titik strategis yang mencakup wilayah Singkawang Tengah, Singkawang Timur, Singkawang Utara, hingga Singkawang Selatan.
Penyaluran ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah aksi kemanusiaan yang terorganisir untuk menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Ferli menegaskan bahwa setiap paket daging yang sampai ke tangan warga membawa pesan solidaritas yang mendalam.
“Daging kurban yang kita bagikan adalah pernyataan sikap bahwa kita menolak kenyang sendirian saat masih ada saudara yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Ferli Dedek saat memantau proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Barokah, Jalan Veteran Gang Awang Sani, Kelurahan Roban.
Kurban Sebagai Instrumen Redistribusi Ekonomi
Dalam khotbah Shalat Idul Adha yang disampaikannya di Masjid Al Barokah, Ferli memaparkan bahwa ibadah kurban memiliki dimensi yang melampaui ritual keagamaan semata. Di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan bagi sebagian lapisan masyarakat, kurban muncul sebagai instrumen redistribusi kekayaan yang efektif.
Langkah ini dipercaya mampu mengikis kesenjangan sosial dan memberikan rasa keadilan bagi warga yang jarang mengonsumsi protein hewani karena keterbatasan finansial. Bagi LDII Singkawang, kurban adalah jembatan yang menghubungkan si kaya dan si miskin dalam satu ikatan ukhuwah yang kuat.
“Di tengah situasi ekonomi yang sulit, kurban menjadi oase yang memperkuat kohesi sosial dan semangat gotong royong,” tambahnya.
Ferli juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membiarkan momentum Idul Adha berlalu tanpa bekas. Ia mendorong peningkatan empati, agar kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan pangan terus berlanjut bahkan setelah hari raya berakhir.
Menumbuhkan Keikhlasan dan Menepis Konsumerisme
Lebih jauh, esensi kurban juga terletak pada upaya menumbuhkan semangat keikhlasan dan meminimalisir sifat konsumtif yang berlebihan. Pengorbanan yang dilakukan oleh para pe-kurban merupakan bukti ketaatan spiritual kepada Allah SWT yang diwujudkan melalui pengabdian kepada kemanusiaan.
“Jangan sampai ada tetangga di sekitar kita yang melewati hari raya dengan perut kosong. Jadikan kurban sebagai modal sosial untuk membangun masyarakat yang peduli dan bermartabat,” tegas Ferli Dedek.
Dengan pelaksanaan kurban yang tertib dan transparan, LDII Singkawang berharap setiap tetesan darah hewan yang dikurbankan menjadi saksi atas pembersihan diri dari keterikatan duniawi yang sempit. Ibadah ini diharapkan mampu menjadi energi positif yang berkelanjutan dalam membina keharmonisan hidup bermasyarakat di Kota Singkawang.
Glossary Berita
- DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi di tingkat kabupaten/kota.
- Redistribusi Kekayaan: Penyaluran kembali sumber daya (dalam hal ini daging kurban) dari pihak yang mampu kepada pihak yang kurang mampu.
- Kohesi Sosial: Ikatan rasa persatuan dan kesetiakawanan di dalam suatu kelompok masyarakat.
- Oase: Secara kiasan berarti sesuatu yang memberikan kesegaran atau ketenangan di tengah situasi yang sulit.
- Ukhuwah: Persaudaraan, khususnya dalam konteks hubungan sesama manusia yang didasari nilai-nilai spiritual.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.