LDII Pasangkayu Siapkan Generasi Mandiri Lewat Pelatihan Entrepreneurship Berbasis Karakter

LDII Pasangkayu Siapkan Generasi Mandiri Lewat Pelatihan Entrepreneurship Berbasis Karakter
  • PASANGKAYU – Dalam upaya mencetak sumber daya manusia yang tangguh dan memiliki etos kerja tinggi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pasangkayu mengambil langkah nyata dengan membekali ratusan generasi muda melalui pelatihan kewirausahaan. Kegiatan yang mengusung tajuk “Menjadi Entrepreneur Muda Kreatif dan Berdaya Saing” ini diselenggarakan pada Minggu (3/5) dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang organisasi dalam membangun kemandirian ekonomi umat di tengah ketatnya persaingan global.

    Kombinasi Keterampilan Teknis dan Strategi Digital

    Pelatihan ini dirancang secara komprehensif agar relevan dengan tuntutan pasar kerja saat ini. Para peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi juga simulasi praktis di berbagai bidang keahlian teknis yang prospektif. Bidang-bidang yang menjadi fokus utama meliputi sektor otomotif bagi mereka yang berminat pada dunia perbengkelan, hingga seni potong rambut atau barbershop yang kini kian menjamur sebagai gaya hidup urban.

    Tak berhenti pada keterampilan fisik, LDII Pasangkayu juga menyadari pentingnya literasi digital bagi para pelaku usaha pemula. Oleh karena itu, materi mengenai strategi pemasaran affiliate turut disisipkan untuk membekali pemuda agar mampu memanfaatkan ekosistem internet sebagai mesin penghasil ekonomi yang produktif.

    Menyeimbangkan Kompetensi dan Akhlakul Karimah

    Ketua DPD LDII Pasangkayu, Lukman Efendi, menekankan bahwa kemahiran dalam menjalankan bisnis harus berjalan beriringan dengan pondasi spiritual yang kokoh. Menurutnya, kesuksesan yang berkelanjutan lahir dari individu yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga terjaga integritas moralnya.

    “Keberhasilan tidak hanya diukur dari aspek pendidikan duniawi saja, tetapi juga harus ditopang oleh pendidikan akhirat dan pendidikan karakter yang kuat,” ujar Lukman Efendi saat memberikan arahan di hadapan para peserta.

    Ia menambahkan bahwa fenomena saat ini menunjukkan banyak talenta pintar namun gagal karena krisis kepercayaan akibat karakter yang rapuh. Dalam ekosistem bisnis, kejujuran adalah mata uang yang paling berharga. Lukman ingin memastikan bahwa generasi muda LDII menjadi pengusaha yang dapat dipercaya oleh mitra maupun pelanggan mereka.

    “Harapan kami, para generasi muda LDII bisa menjadi pengusaha-pengusaha yang mempunyai karakter baik. Sebab sekarang ini banyak orang pintar tapi karakternya jelek, sehingga mereka tidak mendapat kepercayaan dari orang lain,” tegas Lukman Efendi dengan nada serius.

    Menyongsong Bonus Demografi Indonesia Emas 2045

    Pelatihan ini memiliki urgensi yang besar jika ditarik ke dalam konteks visi nasional Indonesia Emas 2045. Lukman menyoroti bahwa Indonesia akan segera menghadapi puncak bonus demografi, di mana penduduk usia produktif mendominasi struktur populasi. Tanpa persiapan keterampilan yang matang, peluang besar ini justru bisa berubah menjadi beban sosial jika angka pengangguran tidak ditekan.

    Pemerintah menargetkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di bawah angka 4 persen di masa depan. LDII berupaya berkontribusi aktif dalam pencapaian target tersebut dengan menciptakan ekosistem wirausaha mandiri (self-employed).

    “Target nasional adalah menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga di bawah 4 persen, sebuah tantangan besar yang memerlukan kesiapan keterampilan dari sekarang. Pelatihan ini dipandang sebagai langkah konkret untuk menyongsong masa depan tersebut,” ungkap Lukman Efendi menjelaskan konteks strategis kegiatan tersebut.

    Melalui penguasaan di bidang teknis seperti otomotif dan manajemen jasa barbershop, serta kemampuan adaptasi pada platform digital, diharapkan para pemuda tidak lagi terpaku pada status sebagai pencari kerja. Sebaliknya, mereka didorong untuk menjadi pencipta lapangan kerja baru yang mandiri dan berdaya tahan.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Lukman berharap ilmu yang telah diserap oleh para peserta dapat segera diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi tumpukan teori di atas kertas.

    “Dengan pelatihan kemandirian ini, diharapkan para generasi muda ke depan bisa menjadi pengusaha-pengusaha sukses. Setidaknya, mereka memiliki kemandirian dan keterampilan untuk bertahan hidup di tengah persaingan global,” pungkas Lukman Efendi.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.