LDII Pasangkayu Cetak Generasi Muda Jadi Creativepreneur Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

LDII Pasangkayu Cetak Generasi Muda Jadi Creativepreneur Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
  • Pasangkayu – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Pasangkayu mengambil langkah nyata dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul dengan menggelar pelatihan kemandirian bagi ratusan generasi muda. Mengusung tema besar “Menjadi Entrepreneur Muda Kreatif dan Berdaya Saing”, agenda ini dipusatkan di Masjid Manshurin, Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada Minggu (3/5/2026). Inisiatif ini merupakan respon strategis organisasi dalam membekali pemuda dengan keterampilan praktis yang relevan dengan dinamika industri modern.

    Mengasah Keterampilan Praktis di Era Digital

    Pelatihan ini tidak sekadar memberikan teori, namun menyentuh berbagai aspek teknis yang memiliki nilai ekonomi tinggi di lapangan. Para peserta diberikan bimbingan intensif dalam bidang otomotif, seni pangkas rambut, hingga strategi pemasaran kontemporer melalui affiliate marketing. Langkah ini diambil agar para pemuda tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman, melainkan mampu menciptakan peluang usaha baru secara mandiri.

    “Keberhasilan tidak hanya diukur dari aspek pendidikan duniawi saja, tetapi juga harus ditopang oleh pendidikan akhirat dan pendidikan karakter yang kuat,” ujar Ketua DPD LDII Pasangkayu, Lukman Efendi.

    Lukman menekankan bahwa di dunia wirausaha, kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan. Ia menyoroti fenomena banyaknya individu terampil yang gagal karena tidak memiliki integritas. Bagi LDII, karakter adalah aset krusial untuk membangun kepercayaan (trust) dengan mitra bisnis maupun konsumen.

    Menyiapkan Amunisi Menuju Bonus Demografi 2045

    Visi besar di balik pelatihan ini berkaitan erat dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. Tantangan bonus demografi menuntut kesiapan keterampilan sejak dini agar angka pengangguran dapat ditekan secara signifikan. Sesuai target nasional, pemerintah berupaya menjaga Tingkat Pengangguran Terbuka di bawah angka empat persen, sebuah target ambisius yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak.

    “Harapan kami, para generasi muda LDII bisa menjadi pengusaha-pengusaha yang mempunyai karakter baik. Sebab sekarang ini banyak orang pintar tapi karakternya jelek, sehingga mereka tidak mendapat kepercayaan dari orang lain,” tegas Lukman Efendi.

    Belajar dari tokoh besar seperti Walt Disney yang sukses mengawinkan imajinasi dengan eksekusi bisnis, LDII mendorong para pemuda untuk menjadi creativepreneur. Fokus utamanya adalah memberikan nilai tambah (value added) pada setiap produk atau jasa yang mereka hasilkan, sehingga mampu memecahkan masalah di masyarakat sekaligus menjadi pemenang dalam persaingan global.

    Panduan Menjadi Creativepreneur Unggul

    Sebagai penunjang artikel, berikut adalah ringkasan mengenai profil dan langkah strategis untuk menjadi seorang entrepreneur kreatif (creativepreneur) yang mampu bertahan di tengah disrupsi:

    Karakteristik Utama Deskripsi Strategis
    Imajinasi Unik Kemampuan mentransformasi gagasan abstrak menjadi realitas bisnis yang memiliki nilai jual.
    Inovasi Berkelanjutan Terus mencari teknik manajemen atau strategi pemasaran digital yang berbeda dari kompetitor.
    Resilience (Ketangguhan) Berani mengambil risiko terukur di tengah ketidakpastian pasar global.
    Adaptabilitas Mampu menyerap tren teknologi terbaru dan memanfaatkannya sebagai alat akselerasi bisnis.

    Selain karakteristik di atas, bidang-bidang seperti desain grafis, animasi, pengembangan aplikasi, hingga kuliner berbasis inovasi menjadi lahan basah bagi para kreator. Kunci utamanya terletak pada kolaborasi dan keterbukaan terhadap kritik. Dengan penguasaan soft skill dan hard skill yang seimbang, pemuda Pasangkayu diharapkan tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berintegritas.

    “Dengan pelatihan kemandirian ini, diharapkan para generasi muda ke depan bisa menjadi pengusaha-pengusaha sukses. Setidaknya, mereka memiliki kemandirian dan keterampilan untuk bertahan hidup di tengah persaingan global,” pungkas Lukman Efendi.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.