MOJOKERTO – Memaknai momentum Hari Raya Idul Adha 2026 sebagai jembatan filantropi Islam, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mojokerto kembali membuktikan konsistensinya dalam pengabdian masyarakat. Ratusan ekor hewan kurban berupa sapi dan kambing berhasil dihimpun dan disalurkan secara masif kepada masyarakat luas, Rabu (27/5/2026).
Pelaksanaan ibadah kurban tahun ini dilakukan serentak di berbagai titik strategis, mulai dari masjid-masjid naungan LDII hingga kompleks pondok pesantren di wilayah Mojokerto. Begitu rangkaian salat Idul Adha selesai ditunaikan, warga LDII bergotong-royong melakukan proses penyembelihan dengan standar sanitasi dan syariat yang ketat, memastikan setiap bagian daging layak untuk didistribusikan.
Distribusi Inklusif Tanpa Sekat Golongan
Langkah LDII Mojokerto kali ini menekankan pada aspek inklusivitas. Daging kurban tidak hanya diperuntukkan bagi warga internal, namun menjangkau lapisan masyarakat umum, fakir miskin, santri, hingga warga kurang mampu yang tinggal di sekitar fasilitas ibadah dan pendidikan milik organisasi. Kehadiran distribusi ini menjadi oase bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah fluktuasi harga pangan.
Satu hal yang menonjol dari gerakan ini adalah sumber pendanaannya. Seluruh hewan kurban yang disembelih murni berasal dari dana swadaya warga LDII. Hal ini mencerminkan tingginya tingkat kemandirian serta ketaatan beragama yang diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial yang nyata dan terorganisir.
"Tujuan utama pembagian hewan kurban dari LDII kepada masyarakat tidak mampu adalah untuk mewujudkan kepedulian sosial, memeratakan kesejahteraan, dan berbagi kebahagiaan di hari raya. Ibadah ini memastikan masyarakat yang kurang mampu dapat menikmati dan mengonsumsi daging, sekaligus menjadi wujud nyata rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT," ujar Drs. Djohan, SH, MM, selaku Ketua DPD LDII Kabupaten Mojokerto.
Membangun Ketahanan Sosial Melalui Kurban
Uraian Djohan tersebut menegaskan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan instrumen untuk menjaga ketahanan sosial di masyarakat. Dengan pemerataan distribusi, LDII berupaya menghapus sekat sosial sehingga kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh seluruh elemen warga tanpa terkecuali.
Penyaluran yang dilakukan secara terbuka ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memperkuat harmoni di wilayah Mojokerto. Melalui aksi ini, LDII menunjukkan peran aktifnya tidak hanya dalam pembinaan karakter religius, tetapi juga dalam kontribusi sosial-ekonomi bagi daerah.
Glossary Istilah
- Filantropi: Tindakan sukarela untuk kebaikan publik atau kedermawanan.
- Swadaya: Kekuatan atau usaha sendiri, merujuk pada kemandirian dana warga.
- Inklusivitas: Pendekatan yang merangkul semua pihak tanpa memandang perbedaan latar belakang atau golongan.
- Sanitasi Kurban: Upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan serta daging selama proses penyembelihan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.