LDII Melawi Sukses Panen Raya Padi IPB 9G di Lahan Gambut Kalimantan Barat

LDII Melawi Sukses Panen Raya Padi IPB 9G di Lahan Gambut Kalimantan Barat

LDII Melawi Sukses Panen Raya Padi IPB 9G di Lahan Gambut, Bukti Lahan Marginal Bisa Produktif

Dipublikasikan 8 Mei 2026 • Ketahanan Pangan • Pertanian Modern • Kalimantan Barat
Panen Raya Padi IPB 9G LDII Melawi

Baru-baru ini DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Melawi berhasil membuktikan bahwa lahan gambut yang selama ini kerap dianggap marginal dan tidak produktif, justru menyimpan potensi ekonomi luar biasa.

Pada Kamis (7/5/2026), mereka sukses menggelar panen raya demplot Padi Varietas IPB 9G di Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, sebuah pencapaian yang menandai babak baru optimalisasi lahan tidur di Kalimantan Barat.

Keberhasilan panen ini menjadi oase di tengah tantangan pangan global, menunjukkan bahwa dengan pendekatan teknologi yang tepat, karakteristik tanah yang sulit sekalipun bisa dijinakkan. Langkah LDII Melawi ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam biasa, melainkan sebuah riset lapangan yang memberikan hasil nyata bagi masyarakat agraris di wilayah tersebut.

Panen raya Padi IPB 9G di Melawi menjadi bukti bahwa inovasi pertanian modern mampu mengubah lahan gambut menjadi sumber ekonomi baru yang produktif dan berkelanjutan.

Mengenal Padi Varietas IPB 9G

Padi IPB 9G merupakan varietas unggul baru berkonsep “amfibi” hasil inovasi IPB University yang mampu beradaptasi baik di lahan kering (gogo) maupun sawah basah. Varietas ini memiliki potensi hasil tinggi mencapai 12 ton per hektar dan menjadi salah satu solusi pertanian modern untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

Selain produktivitasnya tinggi, varietas ini juga dikenal tahan terhadap serangan hama wereng dan penyakit blas. Efisiensi penggunaan air yang dimilikinya membuat IPB 9G sangat cocok diterapkan pada daerah dengan keterbatasan irigasi maupun lahan masam seperti gambut.

Keunggulan Utama Padi IPB 9G

  • Adaptabilitas Tinggi: Bisa ditanam di lahan kering maupun sawah basah.
  • Produktivitas Tinggi: Rata-rata hasil mencapai 6,09 ton/hektar dengan potensi maksimal hingga 12 ton/hektar.
  • Cerdas Iklim: Menghemat kebutuhan air 10-20 persen dan tahan tanah masam.
  • Tahan Hama dan Penyakit: Memiliki ketahanan terhadap wereng dan penyakit blas.
  • Fitur Fisik Unggul: Daun bendera tegak sehingga tidak disukai burung, malai panjang, dan bulir lebat.
  • Kualitas Beras: Menghasilkan beras pulen dan enak dikonsumsi.

Teknik Budidaya Padi IPB 9G

Teknik Keterangan
Jumlah Bibit Tanam 5 bibit per lubang untuk hasil optimal.
Jarak Tanam Menggunakan pola rapat 20 x 20 cm.
Usia Bibit Gunakan bibit muda maksimal 15 hari.
Pemupukan Lebih hemat penggunaan pupuk urea.
Pengairan Menggunakan sistem macak-macak agar efisien air.
Menjelang Panen Lakukan pengeringan total 10-14 hari sebelum panen.

Harapan Baru Ketahanan Pangan Nasional

Varietas IPB 9G dikembangkan oleh Dr. Hajrial Aswidinnoor dari IPB University dan kini menjadi salah satu varietas unggulan yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di daerah dengan karakter lahan sulit.

Keberhasilan LDII Melawi membuka peluang besar bahwa lahan-lahan gambut dan marginal di Indonesia dapat dioptimalkan secara produktif melalui pendekatan ilmiah dan teknologi pertanian modern. Dengan demikian, sektor pertanian tidak hanya menjadi tulang punggung pangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat desa.