BANDAR LAMPUNG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung tengah mematangkan persiapan agenda tahunan bertajuk “Silaturahim Zulhijah” menyambut momentum Idul Adha 1447 H. Bertempat di hadapan awak media pada Rabu (6/5/2026), Ketua DPW LDII Lampung, M. Aditya, menegaskan bahwa perhelatan rutin ini bukan sekadar rutinitas seremoni keagamaan, melainkan sebuah instrumen strategis untuk mempererat sinergi lintas sektoral sekaligus memacu roda ekonomi kerakyatan melalui ibadah kurban yang masif.
Sinergi Lintas Sektoral dan Perajutan Ukhuwah
Penyelenggaraan Silaturahim Zulhijah dirancang sebagai jembatan komunikasi antara warga LDII dengan berbagai elemen bangsa. M. Aditya menjelaskan bahwa agenda ini mencakup pertemuan hangat dengan jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, pemuka agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai majelis keagamaan di Lampung. Langkah kolaboratif ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sosial dan membangun harmoni di tengah keberagaman.
Tidak berhenti pada tataran dialog, aksi nyata kepedulian sosial juga menjadi pilar utama. LDII berkomitmen menyalurkan daging kurban secara inklusif kepada masyarakat luas, dengan perhatian khusus bagi anak yatim dan kaum difabel. Manifestasi ini bertujuan agar kebahagiaan di hari raya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan tanpa terkecuali.
Dampak Ekonomi: Perputaran Dana Mencapai Rp38 Miliar
Data menunjukkan bahwa antusiasme warga LDII Lampung dalam berkurban memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pada tahun sebelumnya, organisasi ini berhasil menghimpun sebanyak 1.541 ekor sapi dan 1.189 ekor kambing. Angka ini diproyeksikan akan terus bertumbuh pada tahun ini seiring dengan meningkatnya kesadaran kolektif warga.
Secara matematis, perputaran dana dari aktivitas kurban ini diestimasi menyentuh angka Rp38 miliar. Suntikan dana sebesar ini mengalir langsung ke sektor peternakan lokal, yang pada gilirannya menyejahterakan para peternak di pelosok Lampung.
“Kami mendorong warga LDII Lampung memiliki semangat berkurban, bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga bagian dari cara hidup,” ujar M. Aditya.
Aditya berharap melalui ibadah yang akan jatuh pada 10 Zulhijah mendatang, nilai-nilai keikhlasan dan kebersamaan dapat tertanam lebih dalam, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi syariah di tingkat akar rumput.
Tradisi Menabung Sejak Dini: Investasi Akhirat yang Terencana
Fenomena menarik di balik besarnya jumlah hewan kurban di LDII Lampung diungkapkan oleh Ketua Panitia Silaturahim Zulhijah, Heri Sensustadi. Menurutnya, keberhasilan pengadaan kurban ini berakar dari budaya perencanaan keuangan yang unik. Sebagian warga memilih menabung secara konsisten sepanjang tahun, sementara sebagian lainnya memilih memelihara hewan ternak secara mandiri sejak masih bibit kecil.
Budaya disiplin ini bahkan telah diinternalisasi kepada generasi muda sejak usia dini. Di lingkungan pengajian LDII, anak-anak tingkat PAUD sudah dibiasakan menyisihkan uang saku untuk belajar berkurban.
“Budaya tersebut bahkan telah ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak, termasuk usia PAUD, didorong untuk belajar menabung melalui kegiatan pengajian sebagai latihan agar kelak mampu berkurban,” ungkap Heri Sensustadi.
Memperkokoh Ukhuwah Basyariyah dan Kesalehan Sosial
Senada dengan pengurus lainnya, Sekretaris DPW LDII Lampung, Ahmat Nurdin, memandang ibadah kurban sebagai jembatan menuju kesalehan sosial. Ia menekankan bahwa berbagi daging kurban adalah cara efektif untuk membangun kedekatan emosional antarwarga.
“Ibadah kurban tidak hanya membentuk kesalehan pribadi, tetapi juga kesalehan sosial. Melalui berbagi, seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan Idul Adha,” tegas Ahmat Nurdin.
Ia menambahkan bahwa nilai kebersamaan yang terjalin akan memperkokoh ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Hal ini menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi umat Islam dalam memberikan kontribusi nyata bagi persatuan bangsa. Selain itu, meningkatnya serapan hewan kurban secara langsung menjaga keberlanjutan sektor peternakan daerah, menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara masyarakat perkotaan dan peternak di pedesaan.
Glossary: Mengenal Istilah dalam Artikel
- Silaturahim Zulhijah: Agenda rutin LDII untuk mempererat hubungan dengan pemerintah dan tokoh masyarakat saat momentum Idul Adha.
- Ukhuwah Basyariyah: Konsep persaudaraan yang melingkupi seluruh umat manusia sebagai sesama makhluk Tuhan, tanpa memandang latar belakang.
- Kesalehan Sosial: Kualitas keagamaan yang diukur dari sejauh mana seseorang memberikan manfaat dan kepedulian terhadap sesama manusia di lingkungannya.
- Ekonomi Kerakyatan: Sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat banyak, dalam hal ini sektor peternakan lokal.
- 10 Zulhijah: Tanggal pelaksanaan salat Idul Adha dan dimulainya prosesi penyembelihan hewan kurban.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.