SURABAYA – Menjelang momentum besar Hari Raya Idul Adha, DPW LDII Jawa Timur mengambil langkah proaktif dengan menjalin koordinasi strategis bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Langkah ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelaksanaan kurban yang tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memenuhi standar kesehatan global. Sinergi ini memfokuskan pada prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) sebagai fondasi utama penjaminan kualitas daging kurban di wilayah Jawa Timur.
Komitmen Pemerintah dalam Penjaminan Hewan Ternak
Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, menyambut hangat inisiatif LDII dalam audiensi yang berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengawasi peredaran hewan ternak, terutama di tengah tingginya permintaan menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan serangkaian protokol ketat guna memastikan setiap hewan yang disembelih layak konsumsi.
“Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur hadir untuk memastikan hewan kurban yang beredar memenuhi prinsip ASUH, sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Indyah Aryani dengan tegas.
Sebagai langkah konkret, Indyah memaparkan bahwa pihaknya tengah memperkuat berbagai lini layanan. Mulai dari pengawasan lalu lintas ternak antarwilayah hingga pemeriksaan medis yang mendalam. Pemeriksaan ini mencakup tahap ante-mortem (sebelum penyembelihan) untuk memastikan kondisi fisik hewan, serta post-mortem (setelah penyembelihan) untuk memeriksa kualitas organ dalam dan daging guna menghindari potensi penyakit zoonosis.
Edukasi Berbasis Hibrida: Menjangkau Kabupaten dan Kota
Menanggapi tantangan geografis dan luasnya cakupan wilayah Jawa Timur, LDII telah merancang agenda besar bertajuk sosialisasi “Berkurban Sehat dan Halal”. Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara hibrida, menggabungkan pertemuan tatap muka terbatas dengan akses digital secara luas. Pusat kegiatan akan berlokasi di Gedung Serbaguna Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya.
Wakil Ketua DPW LDII Jawa Timur, Akhmad Malik Afandi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini akan melibatkan sekitar 200 peserta delegasi dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Kehadiran Dinas Peternakan sebagai narasumber utama diharapkan dapat memberikan perspektif teknis medis yang akurat bagi para panitia kurban di lapangan.
“Kami mengundang Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur untuk membuka acara sekaligus memberikan pemaparan terkait kurban sehat dan halal. Materi sosialisasi tidak hanya mencakup aspek kesehatan hewan, tetapi juga tata cara memilih hewan kurban yang memenuhi syarat serta proses penyembelihan sesuai ketentuan syariat Islam. Kami ingin memastikan hewan kurban yang beredar memenuhi standar kesehatan, kehalalan, serta ketentuan syariat,” tutur Akhmad Malik Afandi.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kualitas Pangan
Pertemuan koordinasi ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus harian LDII Jawa Timur, di antaranya Wakil Sekretaris Royan Abdillah Zakaria, Ketua Biro Pengabdian Masyarakat (Penamas) Rio Azadi, serta Ketua Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) Sofyan Gani Aldinata. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen organisasi dalam mengawal isu ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat dari berbagai dimensi.
Diharapkan, melalui edukasi yang masif dan terstruktur ini, masyarakat Jawa Timur dapat lebih cerdas dalam memilih hewan kurban. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa organisasi kemasyarakatan dapat berjalan beriringan dengan pemerintah untuk menciptakan ekosistem peribadatan yang aman, tertib, dan sehat bagi seluruh lapisan warga.
Glossary Informasi Kurban
- ASUH: Standar mutu pangan asal hewan yang berarti Aman (tidak mengandung bahaya), Sehat (memiliki nutrisi baik), Utuh (tidak bercampur bahan lain), dan Halal (sesuai syariat).
- Ante-Mortem: Pemeriksaan kesehatan hewan ternak yang dilakukan sebelum hewan tersebut disembelih.
- Post-Mortem: Pemeriksaan kesehatan jeroan dan daging yang dilakukan setelah hewan disembelih untuk mendeteksi kelainan atau penyakit.
- Zoonosis: Jenis penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.