PURWAKARTA – Menghadapi dinamika sosial yang kian kompleks, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Barat mengambil langkah taktis dengan menggelar Konsolidasi Organisasi pada Senin (11/05/2026). Pertemuan yang dilangsungkan secara daring ini berpusat di Studio Utama Graha Aulia Jatinangor dan diikuti oleh ribuan pengurus dari tingkat kabupaten hingga kelurahan di seluruh Jawa Barat.
Konsolidasi ini menjadi momentum krusial bagi LDII untuk mempertegas posisinya sebagai organisasi yang adaptif terhadap percepatan teknologi. Salah satu titik pantau utama berada di studio mini Nurridwan, PAC LDII Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, yang dihadiri langsung oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, H. Susilo Agus Budiyono, S.H., didampingi Wakil Ketua J. Harpendi beserta jajaran pengurus harian lainnya.
Transformasi Menuju Organisasi yang Lincah (Agile)
Dalam arahannya, pengurus DPW LDII Jawa Barat menekankan bahwa ketangkasan organisasi atau agility adalah harga mati di tengah arus disrupsi informasi. LDII dituntut tidak hanya solid secara struktural, tetapi juga responsif dalam menerjemahkan program kerja ke dalam aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Fokus utama pembahasan mencakup penguatan kelembagaan, optimalisasi publikasi media melalui jaringan LDII News Network (LINES), serta pengembangan dakwah berbasis platform digital. Eskalasi peran media sosial menjadi sorotan tajam, di mana seluruh level kepengurusan dari Pimpinan Cabang (PC) hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) diinstruksikan untuk lebih aktif memproduksi konten edukatif yang inspiratif dan solutif.
Sinergi Program Strategis Nasional
Tak hanya berkutat pada persoalan internal, konsolidasi ini juga membedah implementasi program strategis hasil kolaborasi DPP LDII dengan berbagai kementerian dan lembaga negara. Program-program tersebut menyentuh sektor-sektor vital kehidupan berbangsa, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi syariah, hingga peningkatan kualitas pendidikan karakter bagi generasi muda.
Langkah ini merupakan perwujudan dari delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa yang terus dipertajam implementasinya di lapangan. Integrasi antara kebijakan pusat dan eksekusi di tingkat akar rumput diharapkan mampu menciptakan ekosistem organisasi yang sehat dan kontributif.
“Melalui konsolidasi ini, kami berharap seluruh pengurus semakin solid, profesional, dan mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, H. Susilo Agus Budiyono.
Susilo menambahkan bahwa arahan dari DPW tersebut akan menjadi kompas bagi DPD LDII Purwakarta dalam menjalankan roda organisasi setahun ke depan, memastikan setiap kontribusi yang diberikan sejalan dengan kebutuhan lokal masyarakat Purwakarta.
Persiapan Tebar Qurban 2026
Menjelang hari besar keagamaan, agenda konsolidasi juga menyentuh aspek kesiapan teknis program Tebar Qurban LDII 2026. Program tahunan ini direncanakan kembali melibatkan partisipasi luas dari masyarakat serta berbagai elemen lingkungan sekitar, sebagai bagian dari syiar Islam yang mengedepankan aspek sosial dan kemanusiaan.
Rangkaian kegiatan konsolidasi yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan pengarahan intensif terkait pembinaan warga dan teknis publikasi kegiatan agar setiap dinamika positif organisasi dapat tersampaikan dengan baik kepada publik secara transparan dan akurat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.