BUNGO – Guna mempertajam implementasi program kerja yang berdampak langsung bagi kemaslahatan umat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bungo menggelar agenda konsolidasi organisasi di Aula Masjid Baitul Makmur, Kabupaten Bungo, pada Kamis (14/5/2026). Pertemuan strategis ini mempertemukan jajaran pengurus dari berbagai tingkatan untuk mensinkronkan langkah dalam menjalankan delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa.
Forum ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci organisasi, di antaranya Ketua DPW LDII Provinsi Jambi Rahmat Nuruddin, Dewan Penasihat DPW LDII Jambi H. Muchlis Arifin, Ketua DPD LDII Kabupaten Bungo H. Darto, serta Ketua DPD LDII Kabupaten Tebo Heri Paryanto. Kehadiran para pimpinan dari wilayah Bungo dan Tebo ini menandakan urgensi sinergitas lintas teritorial dalam memperkuat struktur organisasi di tingkat akar rumput (grassroots).
Membangun Militansi Pengurus Melalui Aksi Nyata
Ketua DPW LDII Provinsi Jambi, Rahmat Nuruddin, memberikan penekanan khusus pada daya gerak pengurus. Beliau menginstruksikan agar seluruh elemen organisasi tidak hanya terjebak pada tataran administratif, melainkan harus turun langsung mengejawantahkan program keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan di tengah masyarakat yang dinamis.
“Seluruh pengurus LDII harus terus bersemangat menjalankan program, baik pengajian di semua tingkatan, kegiatan sosial seperti gotong royong, membantu warga yang terkena musibah, hingga menjalin audiensi dengan pemerintah serta aparat TNI dan Polri,” ujar Rahmat Nuruddin dengan nada tegas saat memberikan arahan.
Eksistensi LDII di tengah masyarakat, menurut Rahmat, harus dirasakan melalui kontribusi konkret. Hal ini mencakup upaya membangun komunikasi yang harmonis dengan pemangku kebijakan serta menjaga stabilitas keamanan melalui koordinasi aktif dengan aparat berwenang.
Delapan Bidang Pengabdian: Komitmen Mewujudkan Generasi Profesional Religius
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan kembali mengenai delapan klaster prioritas LDII yang telah dicanangkan sejak Rakernas 2018. Kedelapan bidang ini bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan panduan operasional yang mencakup aspek fundamental kehidupan berbangsa, yakni:
- Wawasan Kebangsaan
- Dakwah Keagamaan
- Pendidikan Karakter
- Kesehatan Herbal dan Alami
- Ekonomi Syariah
- Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup
- Energi Baru Terbarukan
- Teknologi Digital
Integrasi dari delapan bidang ini diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi "Profesional Religius". Rahmat Nuruddin menambahkan bahwa LDII berkomitmen penuh untuk melahirkan generasi yang tidak hanya mumpuni secara intelektual dan teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat berdasarkan nilai-nilai agama.
Manajemen Organisasi yang Terencana
Menanggapi tantangan masa depan, Dewan Penasihat DPW LDII Provinsi Jambi, H. Muchlis Arifin, mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi organisasi (AD/ART) dalam setiap pengambilan keputusan. Ia mendorong agar setiap pimpinan di tingkat kecamatan (PC) hingga tingkat desa/kelurahan (PAC) memiliki peta jalan yang jelas melalui perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Semoga apa yang kita lakukan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara menjadi amal ibadah dan bernilai pahala di sisi Allah SWT,” ungkap Muchlis Arifin sebagai pesan penutup yang penuh harapan.
Konsolidasi ini menjadi momentum krusial bagi LDII di wilayah Jambi barat untuk mempererat koordinasi. Dengan penguatan struktur internal dan penajaman program eksternal, LDII Bungo berupaya memastikan kehadirannya menjadi solusi bagi berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat setempat.
Glossary Artikel:
- Konsolidasi: Tindakan untuk memperkuat, menyatukan, dan meneguhkan hubungan antar elemen organisasi.
- Profesional Religius: Karakter individu yang memiliki keahlian teknis tinggi (profesional) namun tetap berpegang teguh pada prinsip moral keagamaan.
- 8 Klaster Pengabdian: Bidang fokus kerja LDII untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.
- Audiensi: Pertemuan resmi untuk menyampaikan pendapat atau berkoordinasi dengan pihak berwenang.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.