MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperketat manajemen arus jemaah di Terminal Ajyad, Makkah, dengan menghadirkan layanan prioritas bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah dengan risiko tinggi (risti). Langkah taktis ini diambil guna memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi para tamu Allah saat mengakses layanan bus shalawat yang akan mengantarkan mereka kembali ke hotel masing-masing.
Kepala Pos Terminal Ajyad, M. Rif’at Sitorus, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik krusial di dalam terminal untuk menghindari terjadinya penumpukan massa. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penyediaan jalur khusus yang dipisahkan dari arus jemaah umum guna mempercepat mobilisasi jemaah yang membutuhkan perhatian ekstra.
Akses Pintu 3A: Jalur Khusus Tanpa Antrean Padat
Dalam teknis operasionalnya, Terminal Ajyad membagi akses masuk menjadi tiga gerbang utama. Fokus utama pelayanan lansia kini dipusatkan pada satu titik strategis untuk mempermudah pengawasan dan pendampingan petugas di lapangan.
“Untuk pengaturan lansia kita di Terminal Ajyad ada 3 pintu. Pintu 3A itu kita khususkan untuk lansia atau risti,” ujar Sitorus saat memberikan keterangan resmi kepada tim Media Center Haji (MCH) pada Kamis (14/5/2026).
Sitorus menjelaskan bahwa pemisahan jalur ini sangat penting, terutama bagi jemaah yang bermukim di wilayah Misfalah. Dengan adanya pintu 3A, lansia tidak perlu lagi berdesakan dalam antrean umum yang cenderung padat dan menguras energi fisik. Setelah memasuki pintu khusus ini, petugas yang berjaga akan segera mengarahkan jemaah ke armada bus yang sesuai dengan rute tujuan mereka.
“Ketika mereka sudah diarahkan ke pintu 3 khusus lansia, nanti petugas akan mengarahkan ke rute bus yang seharusnya dinaiki,” tambah Sitorus meyakinkan.
Manajemen Arus dan Sistem Buka-Tutup
Berdasarkan pengamatan di lokasi terminal, tampak puluhan petugas transportasi bersiaga di sepanjang lorong. Mereka tidak hanya sekadar berjaga, tetapi aktif melakukan pengaturan arus jemaah dengan memberikan instruksi yang humanis namun tegas agar ketertiban tetap terjaga. Sesekali, suara aba-aba terdengar mengimbau jemaah agar tenang saat menaiki bus.
Untuk mengantisipasi lonjakan kepadatan jemaah di Masjidil Haram menjelang puncak prosesi haji, PPIH juga menerapkan sistem buka-tutup akses terminal. Strategi ini dianggap paling efektif untuk mencegah aksi dorong-dorongan yang berisiko mencederai jemaah, khususnya di jam-jam sibuk setelah waktu salat wajib.
“Sehingga jemaah itu dapat masuk ke dalam bis dengan nyaman. Tidak ada dorong-dorongan, sehingga tidak harus khawatir jemaah tertinggal oleh bus,” jelas Sitorus mengenai tujuan penerapan sistem tersebut.
Penyesuaian Jadwal Operasional Menjelang Salat Jumat
Selain fokus pada fasilitas lansia, otoritas transportasi haji juga mengeluarkan peringatan penting terkait penghentian sementara operasional bus shalawat. Mengikuti regulasi keamanan dari Pemerintah Arab Saudi, seluruh pergerakan bus di Terminal Ajyad akan dibekukan sementara mulai pukul 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS) hingga selesainya ibadah salat Jumat.
Mengingat adanya jeda operasional ini, Sitorus mengimbau para jemaah, khususnya yang tinggal di kawasan Misfalah, untuk merencanakan keberangkatan menuju Masjidil Haram lebih awal. Hal ini bertujuan agar jemaah tidak terjebak dalam penutupan terminal yang dapat menghambat mobilitas mereka.
“Terminal Ajyad akan ditutup pukul 08.00, jadi tidak ada pergerakan armada bus ke pondokan,” rincinya secara mendalam.
Hingga saat ini, tercatat ada 109 armada bus shalawat yang telah aktif beroperasi melayani jemaah di Terminal Ajyad. Namun, jumlah ini dipastikan akan terus bertambah seiring dengan gelombang kedatangan jemaah haji dari Jeddah. PPIH memproyeksikan total armada akan mencapai 140 unit untuk mengimbangi volume jemaah yang kian meningkat.
“Untuk jumlah armada saat ini berjumlah 109 armada yang sudah beroperasi. Dan akan bertambah terus ketika jemaah sudah mulai berdatangan nanti dari Jeddah sampai 140 armada,” pungkas Sitorus mengakhiri pembicaraan.
Glossary Istilah Haji
- Risti: Risiko Tinggi, kategori jemaah yang memiliki riwayat kesehatan atau kondisi fisik yang memerlukan perhatian khusus.
- Bus Shalawat: Layanan bus gratis yang disediakan PPIH untuk mengantar jemput jemaah dari hotel ke Masjidil Haram (PP).
- WAS: Waktu Arab Saudi, zona waktu yang digunakan sebagai acuan jadwal ibadah dan operasional di Makkah dan Madinah.
- Misfalah: Salah satu distrik atau wilayah di Makkah yang menjadi lokasi penginapan banyak jemaah haji asal Indonesia.
- PPIH: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, organisasi yang bertanggung jawab atas layanan jemaah haji Indonesia.
- MCH: Media Center Haji, pusat informasi resmi mengenai penyelenggaraan ibadah haji.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.