Kisah Haru Zainudin, Jemaah Haji 84 Tahun Asal Tegal yang Berangkat Tanpa Istri Akibat Kendala Istithaah

Kisah Haru Zainudin, Jemaah Haji 84 Tahun Asal Tegal yang Berangkat Tanpa Istri Akibat Kendala Istithaah

Di tengah riuhnya kedatangan tamu Allah di Tanah Suci, terselip sebuah kisah penuh ketabahan dari Zainudin (84), seorang jemaah haji asal Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Anggota kelompok terbang (kloter) SOC-04 ini akhirnya berhasil menginjakkan kaki di Kota Makkah pada Jumat (1/5/2026), sebuah penantian panjang selama 14 tahun yang kini terasa getir sekaligus penuh syukur. Meski impian beribadah bersama pendamping hidup harus pupus di pintu embarkasi, langkah kaki petani sepuh ini tidak surut untuk menuntaskan rukun Islam kelima.

Zainudin tiba di Hotel Gulf Suits sekitar pukul 14.00 waktu Arab Saudi (WAS). Meski fisiknya tidak lagi muda, semangatnya tampak menyala. Sesaat setelah beristirahat sejenak, ia langsung bersiap untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah wajib pada malam harinya.

“Alhamdulillah, sekarang usia saya 84 tahun. Saya sangat senang akhirnya bisa sampai di sini,” ujar Zainudin saat ditemui awak media di Makkah.

Penantian 14 Tahun Seorang Petani Palawija

Perjalanan Zainudin menuju baitullah bukanlah proses yang instan. Sehari-hari, ia menyambung hidup sebagai petani palawija. Dari sisa hasil panen yang tak seberapa, ia kumpulkan rupiah demi rupiah dengan satu niat mulia: berhaji bersama sang istri. Pada 5 Desember 2012, ia resmi mendaftarkan diri, memulai hitung mundur belasan tahun dalam antrean haji Indonesia yang panjang.

“Tadi saya sampai sekitar jam 2 siang, insyaAllah nanti malam jam 10 saya akan melaksanakan umrah wajib,” katanya dengan nada penuh tekad. Kehadirannya di Makkah merupakan buah dari kesabaran yang luar biasa, mengingat usianya yang sudah memasuki kategori lansia risiko tinggi.

Ujian Berat di Pintu Embarkasi Solo

Namun, takdir menuliskan skenario berbeda bagi pasangan suami istri ini. Rencana indah untuk tawaf bersama harus berbenturan dengan kondisi kesehatan. Sekitar satu minggu sebelum jadwal masuk asrama haji, kesehatan istri Zainudin menurun drastis secara mendadak. Gejala fisik muncul tiba-tiba; ia yang semula mampu beraktivitas normal, mendadak kehilangan kemampuan berjalan.

“Awalnya saya berangkat berdua dengan istri. Tapi mendadak istri saya sakit. Awalnya masih bisa jalan, lalu mendadak tidak bisa berjalan dan harus pakai kursi roda,” kenang Zainudin dengan sorot mata penuh haru.

Kondisi kian pelik saat pemeriksaan kesehatan tahap akhir dilakukan di Embarkasi Solo. Petani asal Tegal ini mengungkapkan bahwa petugas medis menemukan adanya gangguan daya ingat yang signifikan pada istrinya. Komunikasi yang dilakukan tidak lagi sinkron, menunjukkan adanya penurunan fungsi kognitif yang serius.

“Waktu di embarkasi ditanya petugas, jawabannya sudah melantur. Ternyata mengalami gangguan ingatan,” tutur Zainudin menambahkan.

Ikhlas Melepas Meski Tanpa Pendamping

Berdasarkan protokol medis ketat kementerian kesehatan, sang istri akhirnya dinyatakan tidak memenuhi kriteria istithaah kesehatan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Keputusan pahit tersebut memaksa Zainudin harus memilih: tetap berangkat demi menunaikan kewajiban, atau membatalkan perjalanan yang telah ia perjuangkan selama 14 tahun.

Dengan hati yang lapang, Zainudin memilih untuk terus melangkah. Kabar baiknya, kondisi fisik istrinya di tanah air kini perlahan mulai stabil kembali, meskipun memori ingatannya belum pulih sepenuhnya. Kepasrahan ini menjadi kekuatannya saat ini.

“Alhamdulillah sekarang sudah sehat lagi, sudah bisa beraktivitas. Hanya ingatannya memang belum pulih sepenuhnya,” ujarnya mencoba tegar.

Kini, di tengah kesunyian ibadah tanpa pendamping, Zainudin hanya menggantungkan satu doa di tiap sujudnya di Masjidil Haram. Ia berharap fisik dan mentalnya tetap dijaga oleh Sang Khalik agar seluruh prosesi haji, mulai dari wukuf di Arafah hingga lempar jumrah, dapat ia lalui dengan sempurna.

“Semoga saya diberi kesehatan, umur panjang, dan bisa menjalankan ibadah dengan baik sampai selesai,” ucapnya menutup pembicaraan.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.