Kembangkan Literasi Digital, Jurnalis JTV dan tvOne Bekali Pemuda LDII Jombang Teknik Reportase Lapangan

Kembangkan Literasi Digital, Jurnalis JTV dan tvOne Bekali Pemuda LDII Jombang Teknik Reportase Lapangan

JOMBANG – Mengantisipasi pesatnya arus informasi digital, DPD LDII Kabupaten Jombang mengambil langkah strategis dengan memperkuat kompetensi jurnalistik generasi mudanya. Melalui kerja sama dengan praktisi media nasional, pelatihan jurnalistik intensif digelar di Gadingmangu pada Sabtu (2/5/2026) dengan menitikberatkan pada penguasaan teknik reportase dan peliputan lapangan yang profesional.

Kegiatan yang bertempat di Ruang TC YPBU Gadingmangu ini diikuti oleh 36 peserta pilihan dari kalangan pemuda LDII. Tak sekadar teori, acara ini menghadirkan jurnalis kawakan Syaiful Mualimin dari JTV dan Umar Sanusi dari tvOne sebagai pemateri utama. Keduanya membedah tuntas proses produksi berita, mulai dari cara menggali data lapangan hingga teknik visualisasi berita televisi.

Urgensi Verifikasi dan Keseimbangan Berita

Syaiful Mualimin, jurnalis JTV, memaparkan bahwa esensi seorang jurnalis terletak pada kemampuan mengolah fakta mentah menjadi informasi yang akurat. Di hadapan peserta, ia menekankan bahwa keberadaan jurnalis di lapangan bukan sekadar menjadi saksi mata, melainkan menjadi filter informasi bagi masyarakat.

“Seorang jurnalis harus mampu menggali informasi dari lapangan, memverifikasi, lalu menyajikannya secara jelas dan berimbang,” ujar Syaiful Mualimin saat memberikan instruksi teknis kepada para peserta.

Pemahaman ini krusial mengingat maraknya penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya di media sosial. Pelatihan ini pun menjadi jembatan bagi para pemuda untuk memahami standar kerja jurnalistik yang beretika.

Visualitas dalam Jurnalistik Televisi

Beralih ke ranah audio visual, Umar Sanusi dari tvOne memberikan perspektif mendalam mengenai dinamika industri televisi. Menurutnya, kekuatan berita televisi terletak pada sinkronisasi antara narasi dan gambar. Peserta diajak untuk mempraktikkan langsung pengambilan sudut pandang (angle) gambar yang representatif serta menyusun alur cerita yang logis.

“Dalam kerja jurnalistik televisi, gambar sangat menentukan. Reporter tidak hanya fokus pada wawancara, tetapi juga harus memahami visual yang mendukung cerita,” ujar Umar Sanusi menekankan pentingnya insting visual bagi seorang peliput berita.

Selama sesi praktik, para peserta dibekali kemampuan menentukan standar teknis peliputan, termasuk bagaimana memposisikan narasumber dalam bingkai kamera dan menyampaikan informasi secara lugas agar mudah dicerna oleh penonton dari berbagai lapisan.

Membangun Literasi Media untuk Generasi Muda

Ketua DPD LDII Kabupaten Jombang, H. Widodo, yang hadir langsung membuka acara, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memberdayakan bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM). Ia melihat literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan primer bagi pemuda saat ini.

“Kami memberikan ruang kepada bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) untuk menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dengan tema memperkuat literasi media generasi muda,” ujar H. Widodo saat memberikan sambutan.

Pihaknya berharap melalui bimbingan dari jurnalis profesional, para kader KIM LDII Jombang mampu berkontribusi aktif dalam memproduksi konten yang edukatif dan solutif. Selain menghadirkan praktisi televisi, pelatihan ini juga melibatkan tim dari DPW LDII Jawa Timur yang mengupas tuntas dasar-dasar penulisan berita sebagai fondasi utama jurnalistik.

Edukasi intensif yang berlangsung sehari penuh ini diharapkan mampu melahirkan jurnalis muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menyampaikan informasi positif bagi kemaslahatan masyarakat luas.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.