Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal, mengonfirmasi kesiapan penuh seluruh jajaran petugas dalam menyongsong kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang dijadwalkan mulai menginjakkan kaki di Arab Saudi pada Kamis, 7 Mei 2026. Berbeda dengan gelombang pertama, rombongan kali ini akan mendarat melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sebelum kemudian diteruskan menuju Kota Suci Makkah Al-Mukarramah.
Transisi Strategis Operasional Haji
Memasuki fase baru dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, seluruh sistem layanan mulai dari transportasi, akomodasi, hingga katering telah disinkronkan untuk menyambut arus kedatangan dari Jeddah. Ihsan Faisal menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah diperketat guna menjamin kenyamanan jemaah yang baru tiba dari tanah air.
“InsyaAllah Daker Makkah besok mulai menerima kedatangan jemaah haji gelombang kedua. Mereka berangkat dari Tanah Air dan akan landing di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, kemudian langsung bergerak menuju Kota Makkah,” ujar Ihsan Faisal saat memberikan keterangan resminya.
Pergerakan jemaah gelombang kedua ini menuntut efisiensi tinggi mengingat mereka akan langsung mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi atau melakukan niat umrah di atas pesawat (Yalamlam) dan di bandara, sehingga setibanya di Makkah, jemaah dapat langsung melaksanakan ibadah Umrah Wajib.
Progres Kedatangan Gelombang Pertama
Sebelum gelombang kedua resmi dimulai, Daker Makkah masih disibukkan dengan pelayanan bagi jemaah gelombang pertama yang secara bertahap bergerak dari Madinah setelah menyelesaikan ibadah Arbain. Berdasarkan data terkini, aliran jemaah dari Kota Nabawi terus mengalir masuk ke Makkah dengan volume yang cukup signifikan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 110 kelompok terbang (kloter) dengan total lebih dari 42 ribu jemaah telah berada di Makkah. Jumlah ini merepresentasikan sekitar 45 persen dari total keseluruhan jemaah haji gelombang pertama yang diberangkatkan tahun ini.
“Sampai hari ini, jemaah gelombang pertama yang sudah tiba di Makkah sebanyak 110 kloter dengan jumlah sekitar 42 ribu lebih. Artinya sekitar 45 persen jemaah sudah berada di Makkah,” jelas Ihsan Faisal merinci data statistik di lapangan.
SOC 44 Menjadi Kloter Perdana Gelombang Kedua
Pada hari pertama operasional gelombang kedua nanti, intensitas kesibukan di Makkah diprediksi akan meningkat tajam. Daker Makkah dijadwalkan menerima sebanyak 15 kloter yang berasal dari berbagai embarkasi di seluruh Indonesia. Berdasarkan manifes penerbangan, kloter SOC 44 asal Solo akan menjadi rombongan perdana yang menyentuh aspal Kota Makkah untuk fase ini.
“InsyaAllah kloter pertama gelombang kedua yang kami terima adalah SOC 44 dari Solo. Pada hari pertama, total ada 15 kloter yang akan datang dan tersebar di berbagai sektor,” tutur Ihsan Faisal menambahkan.
Berdasarkan jadwal estimasi, rombongan SOC 44 diperkirakan tiba di pemondokan Makkah pada pukul 09.55 waktu Arab Saudi (WAS). Perjalanan ini dimulai dengan pendaratan di Jeddah yang diprediksi terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WAS, diikuti dengan proses imigrasi dan perjalanan darat menuju Makkah.
“SOC 44 sesuai jadwal akan sampai di Kota Makkah pukul 09.55 WAS. Kemungkinan landing di Jeddah sekitar pukul 07.00 pagi, lalu langsung diberangkatkan ke Makkah,” pungkasnya.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.