Jodoh Rahasia Ilahi:
Gelo-Gelo Budhal Ijen Mulih Wong Loro
Siapa namanya, di mana tempatnya, dan kapan kita bertemu — semua adalah misteri Allah SWT yang indah
Jodoh adalah rahasia ilahi — tak ada seorangpun yang tahu bakal jodohnya. Siapa namanya, di mana tempatnya, dan kapan kita bertemu dengannya adalah misteri yang hanya Allah SWT yang mengetahui. Sebagai hamba-Nya, tugas kita hanyalah berikhtiar, berdoa, dan tawakal. Selebihnya, Allah SWT-lah yang mengatur segalanya dengan sempurna.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
— QS. Ar-Rum [30]: 21
Ayat di atas menjadi salah satu dalil paling jelas bahwa pasangan hidup adalah anugerah dan tanda kebesaran Allah. Dia-lah yang menciptakan rasa cenderung, tenteram, kasih, dan sayang di antara dua insan yang sebelumnya saling asing. Perhatikan kata "li taskunū ilaihā" — agar kamu tenang kepadanya. Bukan sekadar menikah, tetapi menikah untuk menemukan ketenangan jiwa.
Pengalaman Pribadi: Pesan Orang Tua
Seperti pengalaman pribadi penulis, ketika dahulu hendak pergi merantau, berpamit kepada orang tua, beliau berpesan: "Nak, jika telah datang masa kamu mencari jodoh, carilah yang dekat rumah saja."
Penulis mengiyakan, tidak menolak — sendiko dhawuh (taat) terhadap pesan orang tua. Seorang anak Jawa yang baik tentu memahami betul makna "sendiko dhawuh": perintah orang tua adalah kehormatan yang harus dijaga. Apalagi dalam konteks mencari jodoh, nasihat orang tua biasanya lahir dari pengalaman hidup dan keinginan agar anaknya tidak jauh dari keluarga, mudah dijenguk, dan terlindungi.
Namun hendak apa mau dikata — masa berjalan, dan Allah mempertemukan jodoh justru di seberang lautan. Jauh dari rumah, jauh dari tempat yang orang tua sarankan, bahkan jauh dari bayangan terliar sekalipun. Inilah bukti nyata bahwa jodoh memang rahasia ilahi yang tak bisa ditebak oleh akal manusia, sekalipun akal itu milik orang tua yang paling mencintai kita.
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."
— QS. Luqman [31]: 14
Meskipun jodoh akhirnya datang dari tempat yang tak disangka, kepatuhan kepada orang tetaplah bernilai ibadah. Kita taat kepada nasihat mereka sebatas yang tidak bertentangan dengan syariat. Namun ketika Allah SWT telah menakdirkan lain, maka itu adalah kehendak-Nya yang maha mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Orang tua pun, pada akhirnya, akan menerima dengan lapang dada karena mereka punya hati yang diberi hidayah oleh Allah.
Gelo-Gelo Budhal Ijen Mulih Wong Loro
"Gelo-gelo budhal ijen mulih wong loro"
Santai saja, berangkat sendiri seorang diri — pulangnya sudah berdua bersama istri.
Pepatah Jawa ini mengandung filosofi yang sangat dalam tentang ikhlash dan tawakal. "Gelo-gelo" berarti santai, tidak terburu-buru, tidak cemas berlebihan. Seseorang yang merantau dengan hati tenang, menyerahkan urusan jodoh sepenuhnya kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan memberikan yang terbaik — bahkan bisa jadi melebihi ekspektasi.
Berangkat seorang diri, tanpa membawa siapa-siapa, tanpa rencana menikah di tanah rantau — namun pulangnya sudah berdua. Ini bukan sekadar kebetulan. Ini adalah takdir Allah SWT yang datang dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan. Dan bagi yang percaya, kebetulan itu bernama "qadar".
"Jiwa itu dikumpulkan dalam rahim ibu selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian dikirimlah kepadanya malaikat yang meniupkan ruh kepadanya, dan diperintahkan untuk menulis empat perkara: menulis rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celakah atau bahagianya."
— HR. Bukhari no. 3208 & Muslim no. 2643
Hadist di atas menegaskan bahwa segala sesuatu telah ditulis sebelum kita lahir, termasuk siapa yang menjadi jodoh kita. "Celakah atau bahagianya" — itulah takdir yang sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Jadi, mengapa kita harus cemas? Mengapa kita harus memaksa? Jika jodoh kita ada di seberang lautan, maka seberang lautan itu tempatnya. Jika dekat rumah, maka dekat rumah itu jalannya.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari satu jiwa, dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sungguh, Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."
— QS. An-Nisa [4]: 1
Meniatkan Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah
Namun yang lebih penting dari sekadar menemukan jodoh adalah menjadikan jodoh sebagai pasangan hidup di dunia yang diniatkan untuk membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dan barokah. Menemukan jodoh bukan akhir cerita — ia justru adalah awal dari perjuangan yang lebih besar.
Sakinah, Mawaddah, Warahmah
Menjadikan rumah tangga bersama pasangan hidup sebagai ladang amal untuk meraih keridhoan Allah SWT di dunia dan akhirat. Bukan sekadar melengkapi kekurangan, bukan pula mengikuti tren — tetapi menjadikan pernikahan sebagai ibadah yang paling dicintai Allah SWT.
"Barangsiapa yang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Maka bertakwalah kepada Allah pada separuh yang lainnya."
— HR. Al-Baihaqi, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani
Sakinah berarti ketenangan jiwa yang melanda ketika suami dan istri saling melengkapi. Mawaddah adalah cinta yang dalam, murni, dan tumbuh seiring waktu — bukan cinta semu yang hanya berlandaskan fisik. Warahmah adalah kasih sayang yang melimpah, yang membuat suami istri saling menutupi aib satu sama lain, saling memaafkan, dan saling mendoakan.
وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً
"Dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang (mawaddah warahmah)."
— QS. Ar-Rum [30]: 21 (potongan)
"Tidaklah seorang mukmin yang mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, kecuali ia termasuk orang-orang yang sempurna imannya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya."
— HR. Tirmidzi no. 3895, dinilai hasan shahih
Kata "mawaddah" dalam Al-Quran bukan sembarang cinta. Ia adalah cinta yang diturunkan langsung oleh Allah ke dalam hati dua pasangan yang menikah karena-Nya. Bukan cinta yang datang dari hawa nafsu semata, bukan pula cinta yang dibangun atas dasar material. Mawaddah adalah cinta yang tumbuh bersama iman, semakin hari semakin kuat karena dilandasi oleh kesadaran bahwa pernikahan adalah ibadah.
Pelajaran dari Kisah "Gelo-Gelo"
Dari pengalaman pribadi dan dalil-dalil di atas, setidaknya ada beberapa pelajaran berharga yang bisa kita petik:
-
1
Jodoh benar-benar rahasia Allah. Tidak ada rumus pasti, tidak ada algoritma, tidak ada ilmu hitam yang bisa memastikan siapa jodoh kita. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar maksimal lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
-
2
Hormati nasihat orang tua, tapi serahkan takdir kepada Allah. Kita boleh (dan sebaiknya) mendengarkan nasihat orang tua dalam mencari jodoh. Namun ketika Allah SWT menakdirkan lain, percayalah bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik.
-
3
Jodoh bisa datang dari mana saja. Bisa dari kampung sebelah, bisa dari kantor, bisa dari media sosial, dan bisa juga dari seberang lautan. Jangan membatasi cara Allah SWT bekerja.
-
4
Niatkan pernikahan karena Allah. Bukan karena desakan, bukan karena takut tidak laku, bukan karena ingin pamer — tetapi semata-mata untuk meraih keridhoan Allah SWT dan membangun rumah tangga sakinah mawaddah warahmah.
-
5
Menikah bukan akhir, tapi awal perjuangan. "Gelo-gelo budhal ijen mulih wong loro" — pulang berdua bukan berarti cerita berakhir. Justru di situlah awal tanggung jawab besar sebagai suami atau istri.
وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
"Dan dari segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)."
— QS. Adz-Dzariyat [51]: 49
Allah SWT menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan — langit dan bumi, siang dan malam, matahari dan bulan, bahkan tubuh manusia pun berpasangan. Maka berpasangan itu adalah sunnatullah, hukum alam ciptaan-Nya. Jika Allah sudah menjanjikan pasangan untuk setiap makhluk-Nya, mengapa kita harus khawatir tidak mendapatkan jodoh? Khawatir itu justru menunjukkan lemahnya keimanan kita terhadap janji Allah.
"Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia menurunkan pula obatnya." — Dan di antara penyakit yang paling menyiksa hati adalah kesendirian. Maka di antara obatnya adalah doa dan ikhtiar menikah, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Nikahilah orang yang sendirian di antara kalian."
— HR. Abu Dawud no. 2048, dishahihkan oleh Al-Albani
Doa Memohon Jodoh yang Barokah
Salah satu doa yang bisa diamalkan untuk memohon jodoh yang baik dan barokah:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a'yunin waj'alnaa lil-muttaqiina imaamaa."
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata (kebanggaan bagi kami), dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa."
Doa ini adalah doa para nabi dan orang-orang shalih yang tercatat dalam QS. Al-Furqan [25]: 74. Kata "qurrata a'yun" bermakna sesuatu yang membuat mata tidak berpaling darinya — yaitu pasangan dan keturunan yang saleh yang membahagiakan hati.
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui."
— QS. An-Nur [24]: 32
Perhatikan ayat ini — Allah SWT secara langsung memerintahkan untuk menikahkan orang-orang yang sendiri. Dan jika alasan seseorang menunda pernikahan karena kemiskinan, Allah langsung menjawab: "Jika mereka miskin, Allah akan memberi kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya." Subhanallah. Rezeki jodoh sudah dijamin oleh Allah SWT sendiri.
Penutup: Meraih Keridhoan Allah di Dunia dan Akhirat
Menjadikan rumah tangga bersama pasangan hidup untuk meraih keridhoan Allah SWT di dunia dan akhirat — itulah tujuan tertinggi dari pernikahan dalam Islam. Bukan sekadar mengebahagiakan pasangan di dunia, tetapi memastikan bahwa rumah tangga yang dibangun menjadi jalan menuju surga-Nya.
"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah."
— HR. Muslim no. 1467
"Gelo-gelo budhal ijen mulih wong loro"
Santai saja berangkat — pulangnya berdua.
Karena jodoh memang rahasia ilahi,
dan Allah SWT tidak pernah
lupa memberikan yang terbaik
bagi hamba-Nya yang sabar dan beriman.
Maka, bagi siapa saja yang saat ini masih menunggu — jangan putus asa. Tetap berikhtiar, terus berdoa, perbaiki diri, dan percaya sepenuhnya bahwa Allah SWT sedang menyiapkan seseorang yang tepat untukmu. Bisa jadi ia sedang berjuang di seberang lautan, bisa jadi ia baru saja berdoa di sudut masjid yang sama, bisa jadi ia sedang belajar ikhlas seperti yang kamu lakukan.
Dan ketika tiba saatnya kalian bertemu, kamu akan tersenyum dan berkata dalam hati: "Ah, ternyata begini caranya Allah SWT menjawab doaku selama ini." Gelo-gelo saja. Allah SWT tidak pernah terlambat.
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
— QS. Ath-Thalaq [65]: 2-3
