Jemaah Haji Gelombang II Diimbau Kenakan Ihram Sejak dari Embarkasi Tanah Air

Jemaah Haji Gelombang II Diimbau Kenakan Ihram Sejak dari Embarkasi Tanah Air
  • Pemerintah melalui otoritas terkait secara resmi mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia yang masuk dalam pemberangkatan gelombang kedua agar mengenakan kain ihram sejak berada di embarkasi keberangkatan masing-masing. Langkah antisipatif ini diambil karena seluruh rombongan jemaah gelombang II yang mendarat di Jeddah akan langsung diarahkan menuju Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah wajib tanpa transit panjang di bandara.

    Efisiensi Waktu dan Kelancaran Ibadah

    Kepala Daerah Kerja (Dakker) Bandara, Abdul Basir, memberikan penjelasan mendalam mengenai kebijakan ini. Menurutnya, penggunaan ihram sejak dari Tanah Air bukan sekadar formalitas, melainkan strategi untuk meminimalisir penumpukan jemaah di fasilitas bandara Arab Saudi. Mengingat ritme kedatangan yang sangat padat, kesiapan jemaah sejak dalam pesawat menjadi kunci kelancaran mobilisasi.

    “Jemaah gelombang kedua akan langsung bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. Karena itu, kami mengimbau agar pakaian ihram sudah dikenakan sejak dari embarkasi,” ujar Abdul Basir saat memberikan keterangan di Madinah pada Selasa (5/5/2026).

    Ketentuan tersebut secara resmi diperkuat melalui Surat Sosialisasi Penggunaan Kain Ihram dan Ketentuan Bawaan Jemaah Nomor S-96/BN/2026. Dokumen tertanggal 5 Mei 2026 ini telah didistribusikan kepada seluruh kantor wilayah kementerian di tingkat provinsi agar dapat disosialisasikan secara masif kepada para calon tamu Allah.

    Peran Ketua Kloter dan Titik Miqat

    Tanggung jawab kesiapan jemaah ini berada di bawah pengawasan ketat para ketua kloter. Mereka diinstruksikan untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal dalam hal kelengkapan ihram sebelum pesawat lepas landas. Selain itu, pembimbing ibadah memiliki peran krusial untuk terus mengedukasi jemaah mengenai niat dan larangan ihram guna menjaga keabsahan ibadah mereka.

    Terkait teknis pengambilan miqat, para jemaah memiliki dua opsi yang sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi penerbangan:

    • Melakukan niat ihram saat pesawat melintas di atas kawasan Yalamlam.
    • Melakukan niat ihram sesaat setelah tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

    Jadwal keberangkatan gelombang kedua ini diproyeksikan mulai bergulir dari tanggal 7 hingga 21 Mei 2026. Setelah menempuh perjalanan udara dan mendarat di Jeddah, jemaah akan segera diberangkatkan ke Makkah untuk menetap di sana hingga hari H puncak haji di padang Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijah 1447 Hijriah.

  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.