PADANG — Anggota Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPP LDII, Hj Ida Royani, menyoroti urgensi peran strategis kaum ibu sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan keluarga di tengah dinamika zaman yang kian kompleks. Penegasan ini disampaikan dalam agenda pengajian wanita yang diinisiasi oleh DPD LDII Kota Padang di Masjid Miftahul Huda pada Sabtu (17/5/2026). Melalui tema besar “Membangun Ketahanan Keluarga melalui Peran Ibu dalam Menanamkan 29 Karakter Luhur Generasi Penerus,” acara ini membedah bagaimana sinergi domestik mampu melahirkan generasi emas yang berintegritas.
Ibu Sebagai Madrasah Pertama dalam Keluarga
Dalam pemaparannya, Ida Royani yang didampingi oleh Hj Siti Munawaroh, menekankan bahwa posisi seorang ibu melampaui sekadar peran pengasuhan fisik. Ibu adalah pendidik moral dan spiritual pertama yang memegang kendali atas arah pembinaan karakter anak sejak usia dini. Di tengah arus informasi yang sulit dibendung, sentuhan ibu menjadi filter krusial bagi perkembangan anak.
“Ibu memiliki peran besar dalam menciptakan ketahanan keluarga. Dari keluarga yang harmonis akan lahir generasi yang kuat, berakhlak luhur, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Hj Ida Royani di hadapan para peserta pengajian.
Beliau juga menyoroti realitas rumah tangga modern yang kerap diwarnai tekanan pekerjaan dan rutinitas padat. Kelelahan fisik seringkali menjadi pemicu emosi yang tidak stabil, yang jika tidak dikelola dengan bijak, dapat meretakkan keharmonisan domestik. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai pembagian tanggung jawab antara suami dan istri menjadi kunci stabilitas emosional keluarga.
“Keharmonisan rumah tangga berbanding lurus dengan kelancaran dalam mendidik anak. Saat suami dan istri saling mendukung, keluarga akan menjadi tempat terbaik bagi tumbuh kembang anak,” jelas Ida Royani lebih lanjut.
Refleksi dan Kemandirian Remaja Putri
Selain aspek keharmonisan, syukur dan introspeksi diri disebut sebagai fondasi mental yang tidak boleh diabaikan. Tantangan ekonomi maupun sosial seringkali menguji ketahanan sebuah keluarga. Namun, dengan sikap syukur, ujian tersebut dapat dikonversi menjadi peluang untuk mempererat ikatan antaranggota keluarga. Ida juga mendorong para ibu untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademis anak secara formal, tetapi juga membekali mereka dengan life skills atau keterampilan hidup.
Kemandirian remaja putri menjadi perhatian khusus bagi sang desainer kondang ini. Menurutnya, membekali anak perempuan dengan keahlian praktis dan akhlak yang kokoh merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan mereka saat kelak membangun rumah tangga sendiri.
“Keterampilan bagi remaja putri sangat penting, bukan sekadar mengejar gelar di atas kertas, tetapi juga membangun kemampuan, akhlak, dan kemandirian,” tegas Ida Royani.
Transformasi Karakter Melalui 29 Karakter Luhur
Senada dengan Ida, Hj Siti Munawaroh mengingatkan bahwa implementasi 29 karakter luhur harus menjadi napas dalam kehidupan sehari-hari warga LDII. Nilai-nilai tersebut bukan sekadar hafalan, melainkan harus ditransformasikan menjadi habituasi atau kebiasaan yang melekat pada kepribadian generasi penerus. Penanaman nilai ini paling efektif dimulai dari lingkungan terkecil, yakni meja makan dan interaksi harian di rumah.
Siti Munawaroh juga menitipkan pesan mendalam mengenai kekuatan spiritual seorang ibu melalui doa. Beliau meyakini bahwa ridha dan doa ibu merupakan kunci keberhasilan anak-anak di dunia maupun akhirat.
“Doa seorang ibu sangat mustajab. Maka perbanyaklah doa agar anak-anak diberikan kesuksesan dunia dan akhirat, menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan bermanfaat bagi bangsa serta agama,” tutur Siti Munawaroh memungkasi sesi tersebut.
Melalui penguatan literasi keluarga ini, DPD LDII Kota Padang optimis dapat mencetak kader-kader muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki integritas karakter yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Glossary: Mengenal Istilah dalam Artikel
- Ketahanan Keluarga: Kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya dan masalah guna mencapai kesejahteraan dan kemandirian.
- 29 Karakter Luhur: Kumpulan nilai-nilai moral dan etika (seperti rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, dan mujhid-muzhid) yang menjadi standar pembinaan generasi penerus di lingkungan LDII.
- Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti terpuji yang sesuai dengan ajaran agama.
- Mustajab: Istilah untuk doa yang dikabulkan atau manjur karena memiliki kekuatan spiritual yang besar.
- Sentral: Sesuatu yang menjadi pusat atau memegang peran paling penting dalam sebuah sistem.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.