SURABAYA — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang jatuh pada Rabu, 20 Mei 2026, menjadi sinyal kuat bagi seluruh elemen bangsa untuk menatap masa depan dengan optimisme. Di tengah riuh rendah transformasi digital dan dinamika global, Ketua DPW LDII Jawa Timur, H. Moch Amrodji Konawi, melayangkan pesan mendalam mengenai urgensi penguatan karakter generasi muda sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Berdiri di pelataran Gedung Negara Grahadi usai mengikuti upacara khidmat, Amrodji memberikan pandangan tajam mengenai esensi kebangkitan di era modern. Baginya, indikator kemajuan sebuah bangsa tidak melulu soal grafik ekonomi yang meroket atau kecanggihan infrastruktur teknologi yang diadopsi. Lebih dari itu, kebangkitan sejati berakar pada integritas moral dan semangat kolektivitas masyarakatnya.
"Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa lahir dari persatuan, kerja sama, dan semangat membangun negeri. Generasi muda harus dipersiapkan menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap bangsa," ujar Amrodji dengan nada tegas.
Membentengi Generasi Z dan Alpha dengan 29 Karakter Luhur
Tantangan di era digital memang tidak main-main. Arus informasi yang tak terbendung kerap membawa risiko distorsi nilai jika tidak dibentengi dengan fondasi etika yang kuat. LDII Jawa Timur sendiri telah menginisiasi gerakan berkelanjutan melalui penanaman 29 karakter luhur. Nilai-nilai ini, menurut Amrodji, bukan sekadar teks normatif, melainkan panduan hidup yang mencakup kejujuran, kerja keras, kerukunan, hingga kemandirian.
Pola pembinaan ini dilakukan secara integratif. Masjid, pondok pesantren, hingga lingkungan pendidikan formal menjadi laboratorium tempat karakter-karakter tersebut disemai dan dipraktikkan secara konsisten. Amrodji percaya bahwa intelektualitas tanpa moralitas hanyalah sebuah ancaman di masa depan.
"Pembangunan karakter menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moral, etika, dan kemandirian," jelasnya menambahkan.
Visi Gubernur Khofifah: SDM sebagai Penentu Arah Bangsa
Senada dengan Amrodji, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang bertindak sebagai inspektur upacara, memberikan penekanan khusus pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Jawa Timur, dengan modal demografi lebih dari 8 juta penduduk usia produktif, memegang kunci strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Khofifah mengajak seluruh tunas bangsa untuk bersikap adaptif namun tetap memegang teguh identitas nasional. Baginya, kreativitas dan inovasi adalah 'bahan bakar' yang harus dikendalikan oleh kemudi karakter kebangsaan yang kokoh.
"Berbagai langkah strategis tersebut menunjukkan bahwa kebangkitan bangsa hari ini harus dimulai dari penguatan kualitas sumber daya manusianya. Dari generasi mudanya, dari tunas-tunas bangsa yang akan menentukan arah masa depan Indonesia," tutur Khofifah dalam amanatnya di hadapan jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Kebangkitan nasional kali ini bukan lagi soal angkat senjata, melainkan soal bagaimana kontribusi nyata diberikan untuk menjaga persatuan. Pendidikan karakter yang ditekankan oleh LDII Jawa Timur sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi untuk mencetak generasi yang tak hanya lihai berselancar di dunia digital, tetapi juga memiliki empati dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
Dengan semangat optimisme yang terpancar dari Gedung Grahadi, pesan Harkitnas tahun ini jelas: Indonesia tidak akan bangkit hanya karena teknologi, melainkan karena manusia-manusia di baliknya yang memiliki jiwa besar dan karakter yang luhur.
Glossary Istilah Berita
- Harkitnas: Hari Kebangkitan Nasional, diperingati setiap 20 Mei untuk mengenang berdirinya organisasi Budi Utomo pada 1908.
- 29 Karakter Luhur: Program pembinaan nilai moral dari LDII yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan etos kerja.
- Indonesia Emas 2045: Visi jangka panjang pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju, modern, dan sejahtera tepat di usia 100 tahun kemerdekaannya.
- Bonus Demografi: Kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia non-produktif, yang menjadi peluang ekonomi besar jika dikelola dengan baik.
- Forkopimda: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, yang terdiri dari unsur pemerintahan, kepolisian, militer, dan kejaksaan di tingkat daerah.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.