Hari Ibu Internasional 10 Mei 2026 — Penghormatan kepada Sosok Wanita Mulia

Hari Ibu Internasional 10 Mei 2026 — Penghormatan kepada Sosok Wanita Mulia

Hari Ibu Internasional 10 Mei 2026 — Penghormatan kepada Sosok Wanita Mulia

Setiap tahun, jutaan orang di seluruh dunia memperingati Hari Ibu Internasional sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas pengorbanan seorang ibu. Tahun 2026, perayaan ini jatuh pada Minggu, 10 Mei 2026 — tepat pada hari Minggu kedua bulan Mei seperti tradisi yang berlaku di lebih dari 75 negara. Namun, di Indonesia, kita juga memiliki Hari Ibu Nasional yang diperingati setiap 22 Desember dengan akar sejarah yang sangat berbeda. Memahami keduanya penting agar kita tidak salah memaknai.

Detail Penting Hari Ibu 2026

Berikut adalah dua tanggal penting yang perlu diketahui terkait peringatan Hari Ibu di tahun 2026:

Hari Ibu Internasional / Sedunia
10 Mei
Minggu, 10 Mei 2026

Dirayakan pada Minggu kedua bulan Mei di lebih dari 75 negara, termasuk AS, Australia, Malaysia, dan Singapura.

Hari Ibu Nasional Indonesia
22 Des
Selasa, 22 Desember 2026

Diperingati setiap 22 Desember, berakar dari Kongres Perempuan Indonesia I tahun 1928 sebagai momen perjuangan perempuan.

Perbedaan Hari Ibu Internasional vs Nasional

Meskipun keduanya bertema penghormatan kepada ibu, terdapat perbedaan mendasar yang perlu dipahami:

Aspek Hari Ibu Internasional Hari Ibu Nasional Indonesia
Tanggal Minggu kedua bulan Mei 22 Desember (tetap setiap tahun)
Tahun 2026 Minggu, 10 Mei 2026 Selasa, 22 Desember 2026
Asal-usul Gerakan Anna Jarvis di Amerika Serikat (1908) Kongres Perempuan Indonesia I (1928)
Fokus Penghormatan personal kepada sosok ibu Perjuangan emansipasi dan hak perempuan Indonesia
Jangkauan 75+ negara di dunia Hanya di Indonesia
Cara Merayakan Bunga, kartu ucapan, hadiah untuk ibu Upacara, seminar, diskusi perjuangan perempuan

Catatan Penting: Hari Ibu Internasional (Mei) berfokus pada penghormatan sosok ibu secara umum, sedangkan Hari Ibu Nasional (Desember) berakar dari semangat Kongres Perempuan Indonesia I tahun 1928 untuk memperingati perjuangan dan gerakan perempuan Indonesia. Keduanya sama mulianya, namun memiliki konteks historis yang berbeda.

Sejarah Hari Ibu Internasional

Hari Ibu Internasional memiliki kisah historis yang dimulai dari seorang wanita bernama Anna Jarvis di Amerika Serikat:

1908

Anna Jarvis mengadakan peringatan Hari Ibu pertama di Gereja Andrews Methodist, Grafton, Virginia Barat, sebagai penghormatan kepada almarhum ibunya, Ann Reeves Jarvis, yang telah mendirikan "Mothers' Day Work Clubs" untuk mendukung kesehatan ibu-ibu.

1914

Presiden Woodrow Wilson menandatangani proklamasi resmi yang menetapkan Hari Ibu sebagai hari libur nasional AS, dirayakan pada hari Minggu kedua bulan Mei setiap tahunnya.

1920-an

Perayaan Hari Ibu mulai menyebar ke berbagai negara lain, termasuk Kanada, Australia, dan negara-negara Eropa, mengikuti tradisi hari Minggu kedua bulan Mei.

Saat Ini

Hari Ibu Internasional dirayakan di lebih dari 75 negara di seluruh dunia, menjadi salah satu perayaan global yang paling banyak diperingati selain Natal dan Tahun Baru.

"

Ibu adalah orang yang bisa menggantikan semua orang, tetapi tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi seorang ibu.

— Anna Jarvis

Sejarah Hari Ibu Nasional Indonesia

Hari Ibu Nasional Indonesia tidak lahir dari tradisi Barat, melainkan dari perjuangan nyata para perempuan Indonesia:

22–23 Desember 1928

Kongres Perempuan Indonesia I diselenggarakan di Yogyakarta, dihadiri oleh berbagai organisasi perempuan dari seluruh Nusantara. Kongres ini menjadi tonggak persatuan perempuan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan dan kesetaraan.

1938

Kongres Perempuan Indonesia ke-10 menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu, bertepatan dengan ulang tahun ke-10 Kongres Perempuan Indonesia I.

1959

Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional Indonesia, dirayakan secara resmi di seluruh Indonesia hingga saat ini.

Perlu Dipahami: Hari Ibu Nasional Indonesia (22 Desember) bukanlah hari untuk memberi hadiah atau bunga kepada ibu seperti tradisi Hari Ibu Internasional. Hari ini adalah momen untuk mengenang semangat perjuangan, meningkatkan kesadaran tentang hak-hak perempuan, serta mengapresiasi peran perempuan dalam pembangunan bangsa.

Negara yang Merayakan di Bulan Mei

Hari Ibu di bulan Mei dirayakan di lebih dari 75 negara di seluruh dunia. Berikut beberapa di antaranya:

Amerika Serikat Australia Malaysia Singapura Kanada Jerman Italia India Jepang Brasil Belanda Filipina Afrika Selatan Thailand

Sementara itu, beberapa negara merayakan Hari Ibu pada tanggal yang berbeda, seperti Inggris dan Irlandia (Mothering Sunday, bulan Maret), serta beberapa negara Arab yang mengikuti tradisi lokal masing-masing.

Kedudukan Ibu dalam Pandangan Islam

Islam menempatkan kedudukan seorang ibu pada derajat yang sangat tinggi — jauh melampaui penghormatan simbolis. Al-Quran dan Hadits Nabi SAW penuh dengan peringatan tentang kemuliaan ibu yang merupakan pelajaran bagi seluruh umat:

Al-Quran — Surah Luqman: 14

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."

(QS. Luqman [31]: 14)

Al-Quran — Surah Al-Ahqaf: 15

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۗ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا

"Dan Kami wajibkan kepada manusia berbuat kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."

(QS. Al-Ahqaf [46]: 15)

Al-Quran — Surah Al-Isra': 23-24

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ﴿٢٣﴾ وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا ﴿٢٤﴾

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: 'Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku saat kecil.'" (QS. Al-Isra' [17]: 23-24)

(QS. Al-Isra' [17]: 23-24)

Dari ayat-ayat di atas, terlihat betapa Allah SWT berulang kali menekankan kebaikan kepada ibu. Frasa "wahnan 'ala wahnin" (kelemahan di atas kelemahan) menggambarkan betapa beratnya perjuangan seorang ibu mengandung, melahirkan, dan menyusui anaknya.

Hadits Shahih — HR. An-Nasa'i & Ahmad

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَاتِ

"Rasulullah SAW bersabda: Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu-ibu (para ibu)."

(HR. An-Nasa'i no. 3104, Ahmad no. 8409 — dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dihasankan oleh Al-Albani)

Hadits Shahih — HR. Bukhari & Muslim

جَاءَ رَجُلٌ إِلَىٰ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أَبُوكَ

"Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW lalu bertanya: 'Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak mendapat kebaikan persahabatanku?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Orang itu bertanya lagi: 'Lalu siapa?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Dia bertanya lagi: 'Lalu siapa?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Dia bertanya lagi: 'Lalu siapa?' Beliau menjawab: 'Lalu ayahmu.'"

(HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548 — dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

Hadits Shahih — HR. Abu Dawud & Tirmidzi

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَةِ وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَةِ

"Rasulullah SAW bersabda: Keridhaan Allah terletak pada keridhaan ibu (orang tua), dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan ibu (orang tua)."

(HR. Tirmidzi no. 1899 — dari 'Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma, dihasankan oleh Al-Albani)

"

Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu-ibu. Maka berbaktilah kepada ibumu, niscaya surga menjadi milikmu.

— Rasulullah SAW

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa Islam tidak memerlukan "hari ibu" khusus untuk menghormati seorang ibu — karena dalam Islam, setiap hari adalah hari untuk berbakti kepada ibu. Penghormatan kepada ibu bersifat kontinu, menyeluruh, dan seumur hidup, bukan sekadar satu hari dalam setahun. Namun, momen seperti Hari Ibu Internasional bisa menjadi reminder yang baik untuk mengevaluasi sejauh mana kebaktian kita kepada ibu.

Refleksi dan Kesimpulan

Hari Ibu Internasional 2026 yang jatuh pada Minggu, 10 Mei 2026 adalah momen untuk merenungkan begitu besarnya pengorbanan seorang ibu. Dari perspektif global, perayaan ini telah berlangsung lebih dari seabad sejak digagas oleh Anna Jarvis.

Bagi masyarakat Indonesia, penting untuk memahami bahwa kita memiliki dua momen yang berbeda namun sama pentingnya:

  • Hari Ibu Internasional (10 Mei 2026) — momen personal untuk mengungkapkan cinta dan terima kasih kepada ibu kita masing-masing.
  • Hari Ibu Nasional (22 Desember 2026) — momen kolektif untuk mengenang perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut hak-haknya dan membangun bangsa.

Namun yang terpenting, bagi seorang muslim, berbakti kepada ibu bukan hanya satu hari — melainkan setiap napas, setiap detik, seumur hidup. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu." Surga menanti mereka yang mampu menggapai keridhaan ibunya. Semoga kita termasuk di antaranya.