Hari Buku Nasional 2026, Koleksi Buku Tema LDII
Buku adalah gudang ilmu. Dengan memperbanyak membaca buku akan membuka wawasan berfikir dan memperluas pengetahuan. Merayakan Hari Buku Nasional 17 Mei 2026 dengan kumpulan buku-buku berkualitas bertema LDII.
Mengapa Hari Buku Nasional 2026 Begitu Penting?
Setiap tanggal 17 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Buku Nasional. Tanggal ini dipilih untuk mengenang kelahiran H.B. Jassin, yang dikenal sebagai "Paus Sastra Indonesia." Peringatan ini bukan sekadar seremonial — ia menjadi pengingat bahwa membaca adalah kunci membuka pintu peradaban.
Di era digital yang penuh distraksi, minat baca masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan. Data dari berbagai survei menunjukkan bahwa indeks literasi kita masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, Hari Buku Nasional 2026 menjadi momentum tepat untuk mengenalkan buku-buku berkualitas yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk karakter.
"Buku adalah gudang ilmu. Dengan memperbanyak membaca buku akan membuka wawasan berfikir dan memperluas pengetahuan (expand knowledge)." — Semangat Hari Buku Nasional 2026
Pada edisi kali ini, kami menyusun koleksi khusus bertema LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang mencakup tiga buku penting: tentang kurikulum pendidikan pesantren, nilai-nilai kebajikan, serta sistem dan corak pendidikan LDII secara komprehensif. Ketiga buku ini sangat relevan bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang pendidikan Islam berbasis karakter di Indonesia.
Kurikulum Pendidikan LDII dalam Membentuk Karakter Muslim Sejati
Kurikulum Pendidikan LDII dalam Membentuk Karakter Muslim Sejati di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya mengadaptasikan kurikulum untuk menyesuaikan perubahan zaman dan tetap relevan serta efektif dalam membentuk karakter santri. Oleh karena itu, penting untuk dipahami bagaimana kurikulum pesantren didesain untuk secara khusus mendukung pembentukan karakter positif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
Pertama, Karakter muslim sejati merupakan karakter yang dimiliki setiap individu cerminan dari tri sukses generus: 1) Alim fakih (empat tali keimanan, dan empat Maqadirullah). 2) Akhlaqul karimah (enam tabiat luhur, lima syarat kerukunan, dan empat roda berputar). 3) Mandiri dan tidak menjadi parasit (tiga prinsip kerja).
Kedua, anatomi kurikulum pesantren LDII tersusun dari beberapa elemen antara lain: tujuan, materi, strategi, dan evaluasi.
Ketiga, implementasi kurikulum pesantren LDII ada empat metode: 1) Metode manqûl-musnâd-muttashil, 2) Metode bandongan, 3) Metode sorogan, dan 4) Metode mudzakarah.
Keempat, implikasi kurikulum pesantren LDII berimplikasi pada dua aspek: 1) Karakter religius, tercermin dari cara santri belajar, beramal, da'wah, berjamaah, thâ'at. 2) Karakter profesional, tercermin dari cara santri menggali, memberdayakan dan mengembangkan potensi.
Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII
Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII: Dari Amal Saleh Hingga Kemandirian
Pesan DuluBuku ini hadir dari sebuah riset yang dilakukan secara observasi langsung di lapangan, di lokasi-lokasi jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), baik pesantren, masjid, maupun kantor sekretariat LDII. Selain itu, riset ini juga dilakukan melalui kajian kepustakaan (library research) terhadap dokumen dan buku-buku serta terbitan yang berkaitan dengan LDII.
Penulisan buku ini dilatarbelakangi oleh keperluan untuk mengambil hikmah dari sesuatu yang berharga dan positif yang ada dalam jamaah LDII. Lebih dari itu, buku ini dimaksudkan untuk menggali nilai-nilai kebajikan agar bisa dieksplorasi dan disebarluaskan, sehingga dapat dicontoh siapapun dan komunitas apapun.
Riset ini juga sebagai bagian dari mengamalkan ajaran kitab Ta'lîm al-Muta'allim Tharîq al-Ta'allum karya Syaikh Imam al-Zarnȗjî mengenai al-istifâdah, yakni menambah pengetahuan dan wawasan.
- Amal Saleh: Bukan hanya Term Populer, tetapi hingga aksi
- Kebersihan, Kesucian dan Kerapian
- Kedisiplinan
- Solidaritas
- Rukun, Koordinasi, Solidaritas dan Kompak
- Musyawarah
- Menghormati dan Memuliakan Tamu
- Kerjasama yang Baik
- Ukhuwah (Persaudaraan)
- Kepedulian Sosial
- Kemandirian
Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII di Indonesia
Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII di Indonesia dalam Platform Profesional Religius Dari Sabang Sampai Merauke
Pesan DuluLDII sebagai sebuah organisasi dakwah telah mengembangkan sistem pendidikan yang khas, berakar pada nilai-nilai Islam, namun juga adaptif terhadap perubahan zaman. Selama ini, pembicaraan mengenai LDII sering kali berhenti pada isu-isu seputar kiprah dakwahnya, tetapi belum banyak yang menyingkap secara detail bagaimana corak dan model pendidikan yang dibangun oleh lembaga ini.
Buku karya Dr. Ahmad Ali MD, M.A. menjawab kekosongan itu. Dengan pendekatan penelitian yang menyeluruh, menggabungkan riset lapangan, wawancara, serta telaah pustaka, penulis menyajikan gambaran utuh tentang pendidikan LDII dari Sabang sampai Merauke.
Pendidikan di LDII dirancang untuk membentuk insan yang berkompeten di bidangnya sekaligus memiliki akhlak mulia, melalui integrasi antara pembinaan keilmuan, keterampilan, dan nilai-nilai moral Islami. Buku ini menguraikan bagaimana LDII mengimplementasikan pendekatan profesional religius dalam membina generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas, berdaya saing, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Buku ini juga menjadi penting sebagai bagian dari penguatan dan pengayaan literasi untuk mengetahui secara komprehensif sistem pendidikan LDII di Indonesia, diharapkan membawa nilai positif (hikmah kebijaksanaan) bagi siapapun yang berkenan mengambil dan mengimplementasikannya dalam kehidupan.
- Sekilas Dinamika LDII: Dari Sabang sampai Merauke
- Konsep Seputar Pendidikan: Makna, Tujuan, Urgensi, Sistem, dan Model
- Sistem, Model, dan Corak Pendidikan LDII
- Materi Kurikulum dan Metode Pembelajaran dalam Sistem Pendidikan LDII
- Pendidikan Berkarakter Profesional Religius dalam Rumusan LDII
- Implikasi Sistem Pendidikan LDII dalam Membentuk Karakter Muslim Profesional Religius
- Arah Penguatan dan Peran Strategis LDII untuk Indonesia Emas 2045
Ketiga buku ini menjadi persembahan istimewa dalam merayakan Hari Buku Nasional 2026. Masing-masing membahas dimensi berbeda namun saling melengkapi: dari kurikulum pesantren yang membentuk karakter, nilai-nilai kebajikan yang membangun peradaban, hingga sistem pendidikan yang dirancang secara komprehensif dari Sabang hingga Merauke. Sebuah koleksi yang wajib dimiliki oleh para akademisi, pendidik, dan siapa saja yang peduli pada pendidikan Islam berkualitas di Indonesia.


