RIYADH – Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi mengeluarkan peringatan serius terkait potensi badai debu dan cuaca panas ekstrem yang akan melanda berbagai wilayah kerajaan pada Jumat (23/05/2026). Kondisi atmosfer yang menantang ini terjadi di tengah arus kedatangan ratusan ribu jemaah dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah Haji tahunan.
Ancaman Angin Permukaan dan Badai Pasir
Otoritas cuaca setempat memprediksi angin permukaan yang kencang akan memicu badai pasir di beberapa titik krusial. Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Najran, Riyadh, Provinsi Timur (Eastern Province), wilayah Perbatasan Utara, Al-Jouf, hingga Tabuk. Debu yang beterbangan diperkirakan dapat mengganggu jarak pandang bagi para jemaah yang sedang menempuh perjalanan darat antarkota suci.
Selain angin berdebu, NCM juga memberikan peringatan mengenai potensi cuaca buruk di wilayah dataran tinggi. Hujan deras yang disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi di bagian pegunungan Jazan, Asir, Al-Baha, hingga ke wilayah Makkah.
Suhu Menyengat di Jalur Madinah-Makkah
Bagi para jemaah yang saat ini tengah bergerak menuju pusat ritual Haji, tantangan terbesar adalah suhu udara yang sangat tinggi. Prakiraan cuaca menunjukkan kondisi siang hari yang sangat panas di sepanjang jalan yang menghubungkan Madinah, Makkah, dan situs-situs suci lainnya. Pergerakan besar-besaran jemaah ini terjadi tepat dua hari sebelum dimulainya ritual inti Haji pada 25 Mei mendatang.
"Suhu udara diprediksi akan mencapai puncaknya hingga 47 derajat Celcius di Makkah dan 44 derajat Celcius di Madinah, dengan tingkat kelembapan mencapai 40 persen serta hembusan angin pembawa debu di area terbuka," tulis laporan resmi dari pihak meteorologi.
Melansir laporan dari Saudi Press Agency (SPA), pihak pusat meteorologi meminta perhatian ekstra dari para pelancong dan jemaah haji. Keamanan kendaraan harus dipastikan dalam kondisi prima sebelum berangkat, terutama sistem pendingin mesin dan ban, mengingat suhu aspal yang ekstrem dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Protokol Kesehatan Jemaah
Untuk meminimalisir risiko kesehatan akibat sengatan panas (heatstroke), para ahli mendesak jemaah untuk terus menghidrasi tubuh mereka secara rutin.
"Pusat meteorologi mendesak para jemaah dan pelancong untuk mempersiapkan kendaraan mereka sebelum berangkat, mematuhi pedoman keselamatan, dan minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi," ujar juru bicara otoritas terkait dalam pernyataan resminya.
Setidaknya 1,6 juta jemaah diperkirakan akan berkumpul di Makkah tahun ini. Fokus pemerintah Arab Saudi kini tertuju sepenuhnya pada mitigasi cuaca dan keselamatan jemaah dalam salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia ini.
Signifikansi Spiritual Madinah
Meskipun ritual utama Haji berpusat di Makkah, gelombang jemaah juga memadati Madinah, kota suci kedua dalam Islam. Banyak jemaah memilih untuk menetap selama beberapa hari di Madinah, baik sebelum maupun sesudah puncak Haji, untuk berziarah ke Masjid Nabawi.
Walaupun kunjungan ke Madinah bukan merupakan rukun wajib dalam ibadah Haji, kota ini memegang makna spiritual dan historis yang sangat mendalam bagi umat Muslim. Oleh karena itu, mobilitas jemaah di rute Makkah-Madinah tetap menjadi prioritas pengamanan dan pemantauan cuaca oleh pemerintah kerajaan agar prosesi ibadah berjalan lancar di tengah suhu yang menyengat.
Glossary Berita Haji
- NCM (National Center for Meteorology): Lembaga resmi pemerintah Arab Saudi yang bertanggung jawab atas prakiraan cuaca dan peringatan dini meteorologi.
- Haji: Ibadah tahunan umat Islam ke Makkah, yang merupakan rukun Islam kelima.
- Dehidrasi: Kondisi berbahaya kehilangan cairan tubuh secara berlebihan, sering terjadi akibat paparan panas ekstrem.
- SPA (Saudi Press Agency): Kantor berita resmi milik pemerintah Arab Saudi.
- Situs Suci: Merujuk pada lokasi-lokasi utama ibadah Haji seperti Mina, Arafah, dan Muzdalifah.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.