Bupati Manokwari Lepas Jamaah Haji 1447 H, Warga LDII Dipercaya Emban Amanah Petugas Pembimbing

Bupati Manokwari Lepas Jamaah Haji 1447 H, Warga LDII Dipercaya Emban Amanah Petugas Pembimbing
  • Momentum Keberangkatan Spiritual di Tanah Papua

    Bupati Manokwari, Hermus Indou, secara resmi melepas keberangkatan jamaah calon haji tahun 1447 Hijriah dalam sebuah seremoni khidmat yang berlangsung di Manokwari, Papua, pada Selasa (5/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Manokwari ini didampingi oleh Wakil Bupati Mugiyono, menandai dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kelancaran rukun Islam kelima bagi warganya.

    Suasana haru dan syukur menyelimuti lokasi pelepasan saat para jamaah bersiap melangkah menuju Baitullah. Di tengah kerumunan tersebut, jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Manokwari turut hadir memberikan dukungan moral dan spiritual bagi para tamu Allah yang akan bertolak ke Tanah Suci.

    Dedikasi Warga LDII dalam Pelayanan Haji

    Penyelenggaraan haji tahun ini terasa istimewa bagi keluarga besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Manokwari. Salah satu warganya, Nisa Mulyati, berhasil mengemban kepercayaan negara setelah dinyatakan lolos serangkaian seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah sebagai petugas pembimbing haji.

    Ketua DPD LDII Manokwari, Soleman Paputungan, yang hadir langsung dalam acara pelepasan tersebut, menyampaikan rasa bangga sekaligus titipan doa bagi seluruh rombongan. Baginya, tugas mendampingi jamaah adalah bentuk pengabdian tertinggi yang menuntut kapasitas mental dan spiritual yang mumpuni.

    “Kami mendoakan agar jamaah haji dan para petugas diberikan keberkahan, keselamatan, serta kelancaran dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” ujar Soleman Paputungan.

    Tanggung Jawab Besar bagi Petugas Pembimbing

    Menjadi seorang pembimbing ibadah bukanlah sekadar tugas administratif. Soleman menekankan bahwa amanah ini memerlukan integritas tinggi serta kesiapan fisik yang prima, mengingat tantangan di lapangan saat melayani ribuan jamaah dengan berbagai karakter dan kondisi kesehatan.

    Ketua DPD LDII tersebut juga memberikan wejangan khusus kepada petugas agar tetap menjaga niat dan profesionalitas selama bertugas di Mekah, Madinah, hingga puncaknya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Penguasaan ilmu manasik dan kesabaran menjadi kunci utama keberhasilan dalam melayani tamu-tamu Allah.

    “Dalam keadaan apa pun jangan lupa selalu berdoa memohon kepada Allah SWT agar tugas mulia ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pesan Soleman Paputungan dengan penuh penekanan.

    Melalui keterlibatan aktif warganya, LDII berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah mewujudkan pelayanan haji yang optimal. Diharapkan para petugas mampu menjalankan amanah negara dengan penuh tanggung jawab, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan kembali ke tanah air dengan selamat.

  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.