Aksi Toleransi di Kertosono: Ribuan Santri Al Ubaidah Sambut Hangat Perjalanan Damai Bhikkhu Lintas Negara

Aksi Toleransi di Kertosono: Ribuan Santri Al Ubaidah Sambut Hangat Perjalanan Damai Bhikkhu Lintas Negara

Sinergi Lintas Iman: Gema Perdamaian di Jalan Raya Kertosono

Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono menunjukkan aksi nyata toleransi beragama dengan memberikan dukungan moral kepada rombongan Bhikkhu lintas negara yang melintasi Jalan Raya Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Rabu (20/5/2026). Kehadiran para santri ini bertujuan untuk memberikan suntikan semangat agar para Bhikkhu tetap teguh menempuh perjalanan ribuan kilometer dalam misi kemanusiaan bertajuk Indonesian Walk for Peace (IWFP) 2026.

Suasana di depan area pesantren mendadak riuh dengan sorakan penyemangat dan tepuk tangan meriah saat rombongan berjubah oranye tersebut melintas. Aksi simpatik ini menjadi simbol kuat betapa indahnya keberagaman di tanah air, di mana institusi pendidikan Islam memberikan penghormatan penuh terhadap perjalanan spiritual umat Buddha. Berdasarkan agenda perjalanan, para Bhikkhu memulai rute hari ketiga mereka dari Tempat Ibadah Tridharma (TITD) atau Kelenteng Hong San Kiong dan dijadwalkan mengakhiri etape tersebut di TITD Hok Yoe Kiong.

Sebelum melanjutkan perjalanan panjangnya, rombongan sempat singgah sejenak di TITD Poo San Sie untuk melepas lelah sekaligus menyapa masyarakat sekitar. Antusiasme warga Kertosono sendiri terlihat sangat luar biasa; mereka memadati pinggiran jalan hanya untuk menyaksikan langsung momen langka yang sarat akan makna kedamaian ini.

Pengalaman Spiritual Bagi Para Santri

Di balik kerumunan massa, terselip cerita dari para santri yang merasa beruntung bisa menyaksikan peristiwa ini secara langsung. Salah satunya adalah Aldi Wahyudi, santri asal Sulawesi yang sedang menempuh diklat mubaligh di Ponpes Al Ubaidah. Baginya, pertemuan ini adalah pelajaran berharga tentang kemanusiaan yang melampaui batas-batas perbedaan keyakinan.

“Ini momen yang tidak bisa dilupakan. Kemarin kami menyambut kunjungan Presiden RI, sekarang bisa melihat langsung perjalanan para Bhikkhu. Ini pengalaman baru dan sangat berkesan bagi saya,” ujar Aldi Wahyudi.

Kehadiran santri di tepi jalan bukan tanpa alasan. Pihak manajemen pesantren memang sengaja mendorong para santri untuk berinteraksi dan mengamati dinamika sosial di sekitar mereka. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kurikulum pendidikan karakter yang inklusif.

Abdul Khohar, Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, mengungkapkan bahwa keterlibatan santri dalam momen sosial seperti ini adalah bentuk edukasi lapangan yang sangat efektif. Menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini dianggap krusial agar para santri siap menjadi bagian dari masyarakat yang majemuk.

“Kami selalu mengajak santri untuk menyaksikan langsung berbagai kegiatan di sekitar pondok. Harapannya, mereka bisa belajar memahami keberagaman sekaligus menumbuhkan rasa toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Abdul Khohar.

Dukungan Logistik dan Pengamanan Pesantren

Lebih dari sekadar sorak-sorai, Ponpes Al Ubaidah juga mengambil peran aktif dalam aspek operasional demi kelancaran agenda IWFP 2026 di wilayah Nganjuk. Sinergi antarumat beragama ini diwujudkan melalui bantuan personel keamanan dan armada transportasi.

Pesantren mengerahkan personel dari SENKOM Mitra Polri untuk membantu mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan di sepanjang rute yang dilewati rombongan. Selain itu, fasilitas kendaraan juga diberikan secara cuma-cuma untuk mendukung mobilitas panitia dan peserta.

“Pihak pesantren menurunkan personel SENKOM Mitra Polri untuk pengamanan serta memfasilitasi mobil elf long atau truk terbuka dan lima unit sepeda motor guna mengawal perjalanan para Bhikkhu,” ujar Abdul Khohar.

Kehadiran dukungan dari institusi pesantren ini membuktikan bahwa moderasi beragama bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan praktik nyata yang hidup di tengah masyarakat Kertosono. Melalui momentum ini, diharapkan pesan perdamaian yang dibawa oleh rombongan IWFP 2026 dapat tersampaikan lebih luas, mempererat ikatan persaudaraan sebangsa dan setanah air.


Glossary: Mengenal Istilah dalam Berita

  • Bhikkhu: Sebutan untuk rahib atau pemuka agama laki-laki dalam tradisi agama Buddha yang telah menjalani penahbisan penuh.
  • Santri: Sebutan bagi seseorang yang menempuh pendidikan agama Islam di sebuah pondok pesantren.
  • IWFP (Indonesian Walk for Peace): Sebuah gerakan jalan kaki jarak jauh yang diikuti oleh tokoh lintas agama untuk mengampanyekan pesan perdamaian dunia dan toleransi.
  • TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma): Tempat peribadatan umat penganut ajaran Konfusianisme (Khonghucu), Taoisme, dan Buddhisme di Indonesia, yang sering dikenal dengan istilah Kelenteng.
  • Mubaligh: Seseorang yang bertugas menyebarkan atau menyampaikan ajaran agama Islam kepada masyarakat.
  • SENKOM Mitra Polri: Organisasi masyarakat yang dibentuk untuk membantu pihak kepolisian dalam bidang Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.