ACEH TENGAH – Ratusan warga bersama jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Kala Pegasing menunjukkan aksi solidaritas tinggi dengan menggelar kerja bakti massal pada Minggu (3/5/2026). Fokus utama dari kegiatan ini adalah memulihkan infrastruktur jembatan antarkampung yang sempat porak-poranda dihantam banjir bandang pada tahun 2025 silam.
Kerusakan yang cukup signifikan pada bagian fondasi jembatan menjadi prioritas utama penanganan. Mengingat fungsinya yang krusial, perbaikan ini tidak hanya sekadar pembenahan fisik, melainkan upaya menyambung kembali jalur distribusi yang sempat terhambat bagi penduduk lokal di wilayah Aceh Tengah tersebut.
Jembatan Sebagai Urat Nadi Aktivitas Warga
Ketua PAC LDII Kala Pegasing, Jaka Yohandra, menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan prasarana vital yang mendukung mobilitas harian masyarakat. Keterlambatan dalam perbaikan akan berdampak domino pada berbagai sektor kehidupan warga, mulai dari ekonomi hingga pendidikan.
“Kami bersama-sama memperbaiki pondasi jembatan yang sempat rusak akibat derasnya arus sungai pada saat itu. Bagi kami, jembatan di Kala Pagasing ini adalah urat nadi kehidupan untuk mengakses fasilitas ekonomi, pendidikan, hingga sosial,” ujar Jaka Yohandra saat memimpin jalannya aksi gotong royong tersebut.
Langkah kolektif ini diikuti dengan antusiasme yang tinggi. Ratusan pasang tangan bekerja secara simultan, membuktikan bahwa semangat kemanunggalan antara organisasi kemasyarakatan dan warga masih sangat kental di tengah tantangan pasca-bencana.
Mempererat Solidaritas di Tengah Persoalan Sosial
Selain aspek teknis perbaikan infrastruktur, Jaka menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merajut kembali kohesi sosial. Kerja bakti ini dipandang sebagai manifestasi nyata dari nilai-nilai luhur bangsa yang mampu meredam potensi konflik serta menciptakan stabilitas lingkungan.
“Gotong royong ini bermanfaat untuk memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas antarwarga, sehingga tercipta suasana yang aman, tentram, dan damai,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kekompakan yang ditunjukkan oleh warga Kala Pegasing merupakan modal sosial yang tak ternilai harganya. Menurutnya, ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai problematika daerah sangat bergantung pada seberapa kuat nilai kebersamaan yang mereka jaga.
Respon Positif dari Tokoh Masyarakat
Senada dengan hal tersebut, Ketua Rakyat Genap Mupakat (RGM) Kampung Kala Pegasing, Syahrin Kariadi, memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan sinergi yang terbangun. Ia menilai bahwa kesulitan yang melanda pasca-banjir bandang hanya bisa diatasi jika seluruh elemen masyarakat mau bergerak dalam satu visi yang sama.
“Seperti pada kegiatan perbaikan jembatan hari ini, semoga roda kehidupan masyarakat dapat berputar kembali dengan baik,” tutur Syahrin Kariadi dengan optimisme tinggi.
Syahrin juga menyoroti bagaimana kedewasaan sosial warga teruji dalam situasi darurat ini. Meskipun sarana dan peralatan yang digunakan tergolong sederhana, namun efektivitas pengerjaan dapat tercapai berkat koordinasi yang apik dan pembagian peran yang tepat di lapangan.
“Kolaborasi antarwarga tersebut menunjukkan kedewasaan sosial masyarakat dalam mencari solusi bersama. Meski dengan peralatan sederhana, tetapi dapat diselesaikan melalui kekompakan dan kebersamaan,” pungkas Syahrin.
Glossary Artikel
- PAC LDII: Pengurus Anak Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi LDII di tingkat desa atau kelurahan.
- Banjir Bandang: Banjir besar yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang sangat tinggi, biasanya membawa material lumpur dan kayu.
- RGM (Rakyat Genap Mupakat): Lembaga unsur pimpinan kampung di Aceh yang berfungsi sebagai badan permusyawaratan desa.
- Infrastruktur Vital: Sarana fisik dasar yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup dan aktivitas ekonomi masyarakat.
- Kohesi Sosial: Ikatan atau keterhubungan antar anggota masyarakat yang menciptakan rasa kesatuan dan harmoni.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.