JAKARTA – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyelaraskan ibadah ritual dengan kepedulian ekologi melalui pelaksanaan kurban ramah lingkungan pada Idul Adha 1447 H. Langkah inovatif ini menarik perhatian publik, termasuk aktris senior Ida Royani dan aktor Ben Kasyafani yang secara langsung memberikan apresiasi atas manajemen kurban yang dinilai modern, higienis, dan minim limbah plastik.
Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi ketakwaan tertinggi kepada Allah SWT sekaligus pilar penguat solidaritas sosial. Di tengah dinamika ekonomi nasional, semangat warga LDII untuk berbagi justru menunjukkan tren positif yang signifikan.
“Kurban merupakan teladan ketakwaan, pengorbanan, kesyukuran, dan keikhlasan tertinggi dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, kepada Allah SWT, yang kemudian menjadi syariat bagi umat Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat Islam, kurban menjadi ibadah yang selalu dinanti karena keberkahannya,” ujar Dody Taufiq Wijaya saat memberikan keterangan resminya.
Data Penyembelihan dan Budaya Menabung
Berdasarkan data yang dihimpun hingga hari pertama pelaksanaan, Rabu (27/5/2026) sore, warga LDII di seluruh penjuru Indonesia telah menyembelih hampir 18.000 ekor sapi dan sekitar 17.300 ekor kambing. Angka fantastis ini diprediksi akan terus bertambah seiring berjalannya hari-hari tasyrik.
Fenomena konsistensi jumlah hewan kurban ini ternyata berakar dari budaya menabung yang telah lama diinternalisasi dalam organisasi. Dody menjelaskan bahwa warga LDII tidak menyiapkan kurban secara mendadak. Melalui majelis taklim di tingkat DPW hingga PAC, warga mulai menyisihkan dana setahun sebelum Idul Adha tiba.
“Walaupun kondisi ekonomi penuh ketidakpastian, antusiasme warga LDII untuk berkurban justru meningkat. Biasanya setelah Idul Adha selesai, bulan berikutnya warga sudah mulai membuka tabungan kurban untuk tahun depan. Jadi memang dipersiapkan sejak setahun sebelumnya,” jelas Dody Taufiq Wijaya menambahkan.
Standar Higienitas dan Inovasi Ramah Lingkungan
Tahun ini, DPP LDII memperketat instruksi terkait tata kelola limbah kurban. Sebelum hari H, banyak pengurus daerah telah berkolaborasi dengan dinas terkait untuk memastikan teknik penyembelihan sesuai syariat (halal) dan memenuhi standar kesehatan masyarakat veteriner.
Penggunaan wadah alternatif seperti besek bambu dan plastik biodegradable (plastik mudah terurai) menjadi prioritas untuk menggantikan plastik sekali pakai. Strategi ini diambil guna menekan penumpukan sampah plastik yang biasanya melonjak saat distribusi daging kurban.
“Penyembelihan harus memenuhi syariat sekaligus higienis. Area pemotongan, alat, pengelolaan jeroan, hingga limbahnya harus dijaga kebersihannya agar tidak mencemari lingkungan,” tegas Dody.
Apresiasi dari Kalangan Selebritas
Ida Royani, sosok aktris senior yang telah lama aktif dalam kegiatan sosial, mengaku kagum dengan pola kerja panitia kurban LDII. Baginya, rasa lelah saat ikut serta dalam proses distribusi terbayar dengan kebahagiaan masyarakat penerima manfaat.
“Alhamdulillah, capek tapi asyik karena bisa bersosialisasi langsung dengan masyarakat. Selain menjalankan kewajiban sebagai umat Islam, kita juga bisa berbagi kebahagiaan dari hewan kurban yang sudah dikorbankan,” tutur Ida Royani. Ia juga menekankan bahwa langkah LDII menggunakan besek adalah teladan yang patut dicontoh secara luas.
Senada dengan Ida, aktor Ben Kasyafani melihat sisi lain dari kurban, yakni pergerakan ekonomi umat. Ben menyoroti bagaimana ekosistem kurban menghidupkan banyak sektor, mulai dari peternak lokal hingga jasa distribusi.
“Semua yang terlibat kelihatan bahagia. Mulai dari yang memotong kurban, memasak, sampai yang bersih-bersih. Idul Adha selalu menghadirkan suasana kebersamaan dan silaturahim yang hangat,” kata Ben Kasyafani.
Ben berharap manfaat ekonomi dari ibadah ini terus meluas. Menurutnya, kurban bukan hanya soal ritual spiritual, melainkan instrumen nyata dalam pemenuhan gizi masyarakat dan penggerak roda ekonomi kelas menengah ke bawah.
🔍 Daftar Istilah (Glossary)
- Biodegradable: Bahan yang mampu terurai secara alami oleh mikroorganisme sehingga tidak mencemari lingkungan.
- Besek: Wadah anyaman bambu tradisional yang digunakan sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti kantong plastik.
- Hari Tasyrik: Tiga hari setelah Idul Adha (11, 12, dan 13 Zulhijah) di mana umat Islam dilarang berpuasa dan diperbolehkan menyembelih kurban.
- Manifestasi: Perwujudan nyata dari suatu perasaan, keyakinan, atau kebijakan.
- PAC (Pengurus Anak Cabang): Struktur organisasi LDII di tingkat kelurahan atau desa.
- Solidaritas Sosial: Rasa kesetiakawanan dan kebersamaan antaranggota masyarakat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.