Guna mempererat jalinan silaturahmi sekaligus menyelaraskan langkah strategis dalam pembinaan umat, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung melakukan kunjungan resmi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung pada Senin (27/4). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi kedua belah pihak untuk membangun sinergi yang lebih konkret dalam mengimplementasikan program-program keagamaan dan kemasyarakatan di Bumi Ruwa Jurai.
Ketua DPW LDII Lampung, M Aditya, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan upaya mendalam untuk menyelaraskan gerak langkah LDII dengan kebijakan pemerintah. Fokus utama pembicaraan berkisar pada delapan klaster pengabdian LDII yang dirancang untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
“LDII memiliki delapan program pengabdian untuk bangsa. Mulai dari kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital hingga energi baru terbarukan,” ujar Aditya saat memaparkan profil organisasi di hadapan jajaran Kemenag.
Komitmen pada Wawasan Kebangsaan dan Pendidikan Karakter
Dalam membedah klaster kebangsaan, Aditya menjelaskan bahwa LDII Lampung secara konsisten menghelat berbagai forum seperti seminar wawasan kebangsaan dan bela negara. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap warga LDII memiliki rasa cinta tanah air yang kuat. Sementara itu, di sektor pendidikan, ormas ini mengambil peran aktif melalui jalur formal maupun non-formal.
Saat ini, infrastruktur pendidikan yang dikelola LDII Lampung telah mencakup skala yang cukup masif. Tercatat ada 20 pondok pesantren, dua Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM), 47 satuan pendidikan formal, hingga lima lembaga pendidikan kesetaraan yang berada di bawah naungan mereka.
“Seluruhnya, kami integrasikan, untuk membentuk generasi berkarakter, melalui program 29 karakter luhur,” tutur Aditya menjelaskan mengenai metode pembinaan generasi muda yang diterapkan di lingkup LDII.
Dakwah Sejuk dan Implementasi Energi Terbarukan
Isu moderasi beragama turut menjadi poin sentral dalam pertemuan tersebut. Aditya mengungkapkan bahwa LDII berkomitmen penuh pada konsep dakwah yang inklusif dan menyejukkan. Hal ini selaras dengan program prioritas Kemenag dalam menciptakan suasana keberagaman yang harmonis.
“Dakwah yang santun, serta mengedepankan toleransi dan moderasi beragama, agar tercipta suasana yang inklusif di tengah keberagaman,” imbuhnya.
Menariknya, kontribusi LDII tidak hanya berhenti pada urusan spiritual. Di sektor lingkungan, mereka telah memelopori penggunaan energi baru terbarukan. Salah satu bukti nyatanya adalah penggunaan panel surya sebagai sumber energi di Pondok Pesantren Rowdhotul Alimirrobbaniy, Lampung Tengah. Selain itu, program rutin seperti penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga upaya pencegahan stunting terus digalakkan secara mandiri oleh kader-kader LDII di tingkat akar rumput.
Respon Positif Kemenag: Rumah Bersama Lintas Ormas
Kakanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian dan program kerja yang dipaparkan oleh DPW LDII Lampung. Menurutnya, delapan klaster pengabdian tersebut memiliki korelasi langsung dengan agenda besar Kementerian Agama dalam melayani masyarakat.
“Sinergi antara Kemenag dan LDII harus terus diperkuat, khususnya dalam pembinaan umat,” pungkas Zulkarnain.
Zulkarnain menegaskan bahwa pintu Kanwil Kemenag Lampung selalu terbuka lebar bagi semua organisasi keagamaan untuk berkolaborasi. Ia memandang kebersamaan adalah kunci dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan umat di wilayah Lampung.
“Kanwil Kemenag Lampung adalah rumah bersama, yang bertugas melayani seluruh kepentingan umat beragama,” tutup Zulkarnain dengan nada optimis.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.