Panduan Lengkap Mengurus Jenazah

Panduan Lengkap Mengurus Jenazah - LDII
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Panduan Mengurus Jenazah

Petunjuk lengkap tata cara peramutan jenazah dari awal hingga akhir sesuai dalil dan tuntunan yang shahih

Dalil 1
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ : نَعَى رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّجَاشِىَّ فِى يَوْمٍ مَاتَ فِيْهِ وَخَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا

Tentang mengumumkan adanya orang yang meninggal dunia.

I

Persiapan Memandikan

Hal-hal yang perlu disiapkan sebelum memulai proses memandikan jenazah

1

Sediakan tempat untuk memandikan mayat dalam keadaan tertutup (ada aling-aling).

2

Mayat tidak boleh kelihatan auratnya walaupun bagi orang yang memandikannya.

3

Mayat laki-laki supaya dimandikan oleh laki-laki, mayat perempuan supaya dimandikan oleh perempuan.

4

Air untuk memandikan harus suci, kalau bisa dicampur dengan daun bidara.

5

Supaya juga disiapkan air (khusus) yang dicampur kapur barus / kapur biasa untuk penyucian terakhir.

II

Cara Memandikan

Tata cara lengkap memandikan jenazah sesuai tuntunan

Dalil 2
عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهَا قَالَتْ : لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُدْخِلَ عَلَيْهِ رِجَالٌ يُغَسِّلُوْنَهُ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/156

Setelah meninggal, sebelum dimandikan tutuplah mayat dengan kain.

Langkah-langkah Memandikan

1

Di dalam memandikan, aurat mayat harus tetap tertutup.

2

Untuk meletakkan mayat saat dimandikan boleh di meja / dipangku / ditempat memandikan mayat.

3

Bersihkan perut mayat dari kotoran yaitu tekan / urut perut mayat sambil punggung dan kakinya sedikit diangkat, lalu bersihkan sampai suci.

4

Siramlah anggota-anggota badan bagian kanan, yang terlebih dulu siramlah anggota-anggota wudlu (bukan diwudloni) dengan air yang sudah dicampur dengan daun bidara (bila ada).

Dalil 3
عَنْ عُثْمَانَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْضِلُ بِنَحْوِ الدَّلْوِ مِنَ الْمَاءِ عَلَى الْمَيِّتِ فَيَقُوْلُ اغْسِلُوْهُ بِهَذَا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ
5

Siram anggota-anggota badan sebelah kiri, depan, belakang, sabun dan sucikan. Kalau sudah selesai itu baru dikatakan satu sucian / mandian.

Jumlah Mandian

6

Mandikan mayat dengan 3x / 5x / 7x sucian atau lebih, pokoknya ganjil. Untuk yang terakhir siramkan air yang sudah dicampur dengan kapur / kapur barus (dengan tujuan agar mayat keset dan tidak bau).

Dalil 4
عَنْ عُثْمَانَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُغَسِّلُ الْمَيِّتَ ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَيَجْعَلُ فِى الْأَخِيْرَةِ كَافُوْرًا أَوْ كَافُوْرًا فَإِذَا غَسَّلُوْهُ وَنَظَّفُوْهُ أَخْبَرَهُمْ وَإِذَا فَرَغُوْا شَقُّوْا ثَوْبَهُ نِصْفَيْنِ فَكَفَّنُوْهُ فِيْهِمَا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/141-146

Setelah Memandikan

7

Bila memandikan sudah selesai, pindahkan mayat tersebut pada tempat yang kering dan auratnya masih dalam keadaan tertutup.

8

Jika mata mayat dalam keadaan terbuka (melek) supaya dipejamkan. Boleh setelah wafat, saat memandikan, atau setelah dimandikan — tapi usahakan setelah wafat matanya segera dipejamkan.

Dalil 5
عَنْ أَبِى رَافِعٍ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَتْ : أَغْمَضَ رَسُوْلُ اللّٰهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَصَرَهُ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/134
Untuk jenazah yang kaku, dapat dilemaskan dengan cara menggosok-gosokkan jahe pada bagian yang kaku tersebut.
Dalil 6
عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهَا قَالَتْ : لَمَّا مَاتَ إِبْرَاهِيْمُ قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ لَيُغَسَّلُ ثُمَّ يُكَفَّنُ ثُمَّ يُدْفَنُ فَقَدْ عَلِمْتُ أَنَّهُ سَيَكُوْنُ أَمْرًا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/236

Setelah memandikan mayat, sunahnya mandi junub dan bagi yang membawa berwudlu.

III

Cara Mengkafani Jenazah

Tata cara pembungkusan jenazah dengan kain kafan

1

Bila mayat perempuan, rambutnya supaya disanggul dengan tiga sanggulan, yaitu di belakang, di samping kanan + kiri, atau di dua tanduknya dan ubun-ubunnya.

Dalil 7
عَنْ عُثْمَانَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا غَسَّلَ الْمَيِّتَ جَعَلَ شَعْرَهَا ثَلاَثَةَ قُرُوْنٍ وَقَوْعٌ وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ
Dalil 8
…وَلَوْ أَقْرَأَنَاهَا ثَلاَثَ قُرُوْنٍ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 3/641
2

Sediakan kain kafan (pembungkus) yang panjangnya lebih panjang dari pada tubuh mayat dan lebarnya cukup apabila untuk menggulung, menutupi mayat.

Catatan Penting
Bila lebar kain tidak mencukupi, maka gunakan dua / tiga lembar kain, caranya dibentangkan menumpuk, melebar.
Dalil 9
قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهَا : كُفِّنَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى ثَلاَثَةِ أَثْوَابٍ بِيْضٍ سَحُوْلِيَّةٍ لَيْسَ فِيْهَا قَمِيْصٌ وَلاَ عِمَامَةٌ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/146
Membungkus mayat ini yang penting rapat dan kain pembungkusnya yang bagus. Tidak harus putih, tapi lebih baik / disunahkan kalau warnanya putih. Adapun penggunaan kapas, kalau badannya masih baik tidak diberi kapas tidak apa-apa, tapi kalau badannya luka keluar cairan boleh diberi kapas secukupnya.
Dalil 10
وَلَوْ أَنَّهُ كَانَ حَسَنًا كَذَا وَكَذَا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/156 وَوَلَوْ أَنَّهُ كَانَ حَسَنًا 3/642
Dalil 11
قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهَا : وَلَوْ تَرَيْنَ حَالَهُ فِى أَوَّلِهِ لَزَالَ تَذْكُرُوْنَ عَهْدَهُ كَمَا يَزِيْدُوْنَ بِالْمَيِّتِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ

Langkah Pembungkusan

3

Buatlah tali dengan menggunakan sisa kain kafan itu / kain yang lainnya (sebanyak 3 / 5 utas tali).

4

Sebelum kain kafan dibentangkan, terlebih dulu supaya dibawahnya diberi tali.

5

Letakkan mayat diatas kain kafan dengan keadaan tangan sedekap seperti orang sholat dan boleh diikat bila tangannya kaku.

6

Bungkus mayat itu dengan rapi, lalu ikat dengan 3 / 5 utas tali tadi.

Posisi ikatan 3 tali:

Di atas kepala
Di tengah
Di ujung kaki

Posisi ikatan 5 tali:

Di atas kepala
Di dada
Di perut
Di lutut
Di bawah kaki
7

Boleh memberi wangi-wangian pada mayat, kecuali bila mati dalam keadaan ihrom.

Dalil 12
أَطْيَبُ الطِّيْبِ الْمِسْكُ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ : قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَاءَ الْمِسْكُ
Dalil 13
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُمَا قَالَ : رَجُلٌ وَقَعَ عَنْ رَاحِلَتِهِ فَقَتَلُوْهُ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَلاَ تُلَيِّتُوْهُ وَلاَ تُخَمِّرُوْا رَأْسَهُ فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّيًا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ

Yang mati dalam keadaan ihrom tidak diberi wangi-wangian dan wajahnya tidak ditutup.

8

Masukkan mayat kedalam keranda.

IV

Cara Mensholati Jenazah

Tata cara pelaksanaan sholat jenazah yang benar

Posisi Mayat dan Imam

1

Letakkan mayat dengan posisi kepala di sebelah utara, dan bila mayat tidak dibawa ke Masjid, maka ditempat yang sekiranya mudah disholati.

2

Bila mayat laki-laki, Imam berdiri lurus menghadap qiblat kearah kepala mayat.
Bila mayat perempuan, Imam berdiri lurus menghadap qiblat kearah tengahnya mayat.

Dalil 14
قَالَ أَنَسٌ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُمَا : صَلَّى رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ رَجُلٍ فَقَامَ حِيَالَ رَأْسِهِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/246
Dalil 15
قَالَ سَمُرَةُ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنْ جُنْدَبٍ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : صَلَّى رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَسْمَاءَ بِنْتِ عُبَيْدٍ وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ
3

Bila mayat laki-laki dan perempuan akan disholati bersama-sama, maka mayat letakkan berjajar: mayat laki-laki lebih dekat dengan Imam, mayat perempuan diarah qiblatnya. Imam berdiri kearah qiblat lurus kepala mayat atau terserah Imam.

Dalil 16
قَالَ عَمْرُو بْنُ أَبِى عَمْرٍو : نَزَلَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَأَخْبَرَنِى أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فِيْهَا رِجَالٌ وَنِسَاءٌ فَجَعَلَ الرِّجَالَ يَلُوْنَ الْقِبْلَةَ وَالنِّسَاءَ يَلِيْنَ الْقِبْلَةَ وَهَذَا حَدِيْثٌ حَسَنٌ 4/66

Pelaksanaan Sholat

4

Sholat jenazah dilaksanakan hanya dengan berdiri tanpa ruku' dan sujud, sebanyak empat / lima takbir, dengan bacaan samar.

Dalil 17
قَالَ عَبْدُ اللّٰهِ بْنُ عُمَرَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّى عَلَى الْجَنَازَةِ فَيُكَبِّرُ وَيَقْرَأُ فِى الْأُوْلَى بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَيُصَلِّى عَلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيُدْعِى لِلْمَيِّتِ فِى الثَّالِثَةِ وَلاَ يَزِيْدُ عَلَيْهِنَّ وَلاَ يُسَلِّمُ فِى الْأُوْلَى وَلاَ فِى الثَّانِيَةِ وَلاَ فِى الثَّالِثَةِ وَيُسَلِّمُ فِى الرَّابِعَةِ وَلاَ يَرْكَعُ وَلاَ يَسْجُدُ وَلاَ يَقْعُدُ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/96
Dalil 18
عَنْ خَوْلَةَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهَا قَالَتْ : صَلَّى رَسُوْلُ اللّٰهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ فِى الْمُصَلَّى * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ

Pelaksanaan sholat mayat di kuburan sama dengan sholat di mushola.

Dalil 19
عَنْ أَبِى رَزِيْنٍ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ عَنْ بُرَيْرَةَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ : كَبَّرَ عَلَى جَنَازَةٍ أَرْبَعًا وَكَانَ كَعْكَعُ بْنُ مُعَوِّذٍ يُكَبِّرُ عَلَى جَنَازَةٍ خَمْسًا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/65 وَ2/244

Praktek Sholat Jenazah

I
Takbir Pertama
Membaca Al Fatihah
II
Takbir Kedua
Membaca Sholawat
III
Takbir Ketiga
Membaca Do'a untuk jenazah
IV
Takbir Keempat
Salam (boleh ke kanan saja)
Dalil 20
عَنْ أَبِى أُمَامَةَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ : السُّنَّةُ فِى صَلاَةِ الْجَنَازَةِ أَنْ يَقْرَأَ فِى الْأُوْلَى فَاتِحَةَ الْكِتَابِ مُخَافَتَةً وَيُكَبِّرُ ثَلاَثًا وَيُسَلِّمُ * وَهَذَا حَدِيْثٌ حَسَنٌ
Dalil 21
قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ كَبَّرَ ثُمَّ قَالَ اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَأَقِرَّتْ بِهِ عَيْنُكَ وَأَقِرَّتْ بِهِ عَيْنُنَا فَأَيُّنَا أَسْعَدْتَهُ فَاجْعَلْ ذَلِكَ أَسْعَدَنَا وَأَيُّنَا أَضْلَلْتَهُ فَلاَ تُضِلْ بِهِ عَيْنُنَا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ كِتَابُ الْمُطَلَّع
Dalil 22
وَمَا كَانَ يَقُوْلُهُ فِى الصَّلَاةِ عَلَيْهِمْ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ
Catatan Penting

a. Setiap takbir disertai dengan mengangkat kedua tangan.

b. Sholat Ghoib pelaksanaannya sama dengan sholat mayat biasa.

c. Bila ketinggalan takbir dalam sholat jenazah supaya menambah kekurangannya.

Dalil 23
رَفَعَ يَدَيْهِ فِى كُلِّ تَكْبِيْرَةٍ يُكَبِّرُهَا فِى صَلاَةِ الْجَنَازَةِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/65
Dalil 24
وَهُوَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَيْهِ صَلاَةَ الْغَائِبِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/256
Dalil 25
قَالَ كَعْكَعُ بْنُ مُعَوِّذٍ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِىِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ فَلَمْ أَدْرِ مَا قَالَ فَكَبَّرَ عَلَيْهِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ كِتَابُ الْمُطَلَّع
V

Cara Mengantar dan Mengubur

Tata cara pengantaran dan penguburan jenazah hingga selesai

Menggotong Jenazah

1

Menggotong jenazah supaya yang baik tenang, jangan dibawa lari, jangan rame-rame dan jangan guyon-guyon dalam perjalanan maupun di kuburan.

Dalil 26
قَالَ أَنَسٌ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَمَلَ جَنَازَةً سَارَ عَلَى هِيْئَتِهِ وَلاَ يُسْرِعُ وَلاَ يَزْحَمُ وَلاَ يَتَقَدَّمُهَا وَيَقْصُدُ بِهَا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ
2

Kepala jenazah ada di depan.

Memasukkan ke Liang Kubur

3

Sunahnya memasukkan jenazah ke liang kubur dari arah Qiblat atau diunus (dari samping).

Dalil 27
قَالَ أَبُو خُثَيْمَةَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : صَلَّى رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرٍ فَوَصَلَّى حَتَّى قَالَ وَقَالَ نُزِلَ مِنْ قِبَلِ الْقِبْلَةِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 3266
Dalil 28
قَالَ عَبْدُ اللّٰهِ بْنُ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ أَبِى بَكْرٍ : كَانَ يُدْخَلُ الْمَيِّتُ مِنْ قِبَلِ الْقِبْلَةِ حَيْثُ قَالَ : حَيْثُ قَالَ وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/211
4

Letakkan jenazah membujur ke utara, miring ke kanan menghadap qiblat, dan bagi yang meletakkan mayat supaya berdo'a.

Dalil 29
وَإِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ فَلْيُضَجَّعْ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ وَوَجْهُهُ إِلَى الْقِبْلَةِ * كِتَابُ الْحِكْمَة
Dalil 30
قَالَ عَوْنُ بْنُ عَبْدِ اللّٰهِ : وَكَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَنُّ فِى الْمَيِّتِ إِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ أَنْ يُسْنَدَ إِلَى اللّٰهِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ
5

Wajah mayat tidak boleh dibuka, kecuali mayat yang mati dalam keadaan Ihrom (lihat Dalil 13).

Jenis Liang Kubur

6

Di dalam membuat liang kubur ada 2 macam:

Liang Syaka / Cempuri — liang berada di tengah lubang kubur.
Liang Lahda / Landak — liang berada di pinggir kubur.
Liang Syaka / Cempuri
Liang Syaka / Cempuri
Liang di tengah lubang kubur
Liang Lahda / Landak
Liang Lahda / Landak
Liang di pinggir kubur
Dalil 31
قَالَ أَبُو بُرَيْدَةَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : حَفَرَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَبْرٍ فَلَمَّا بَلَغَ اللَّحْدَ حَفَرَهُ وَقَالَ اضْحَضِحُوْا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/61
Dalil 32
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : كَانَ يُسَنُّ فِى الْمَيِّتِ إِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ أَنْ يُسْنَدَ إِلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ وَوَجْهُهُ إِلَى الْقِبْلَةِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/255

Ketentuan Kuburan

7

Kuburan tidak boleh menonjol (ada pusara) tapi harus rata dan tidak boleh dikijing (disemen di atasnya).

Dalil 33
قَالَ أَبُو الْوَلِيْدِ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : لاَ تَبْنُوْا عَلَى الْقُبُوْرِ وَلاَ تَشْرَبُوْا مِنْهَا وَلاَ تَخْتَمِسُوْا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/111
Dalil 34
قَالَ جَبِيْرٌ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : لاَ يُوْقَدُ عَلَى الْقَبْرِ وَلاَ يُعَظَّمُ وَلاَ يُنَصَّبُ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/116
8

Memberi tanda pada kuburan.

Dalil 35
عَنْ عُثْمَانَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُهُمْ أَنْ يُصَلُّوْا عَلَى جَنَائِزِهِمْ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ

Nasehat dan Doa di Kuburan

9

Nasehat setelah mayat dikubur.

Dalil 36
قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/66
10

Sebelum meninggalkan kuburan supaya berdo'a memintakan ampun untuk mayat.

Dalil 37
قَالَ عُثْمَانُ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرُوْا لِأَخِيْكُمْ وَسَلُوْا لَهُ التَّثْبِيْتَ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 3226
11

Sunahnya menaburkan tanah 3x ke kuburan dari arah kepala mayat.

Dalil 38
قَالَ رَافِعُ بْنُ خَدِيْجٍ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : صَلَّى رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ ثَلاَثًا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ

Catatan Tambahan Penting

NB: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

1. Yang menerima mayat di liang kubur sunahnya yaitu yang malam harinya tidak menjimak istrinya.

Dalil 39
قَالَ أَنَسٌ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : رَأَيْتُ أَبَا طَلْحَةَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ إِذَا دَفَنَ مَيِّتًا فَرَجَعَ لَمْ يُجَامِعْ زَوْجَتَهُ تَلْكَ اللَّيْلَةَ وَكَانَ يُقَالُ لَهُ أَوْ كَانَ يُقَالُ فِيْهِ أَنَّهُ أَيْقَظَ الْمَيِّتَ فِى قَبْرِهِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/63

2. Sebelum masuk di lokasi kuburan, sandal / alas kaki hendaknya dilepas dan hendaknya berdo'a.

Dalil 40
عَنْ بَشِيْرٍ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ : مَنْ زَارَ الْمَقَابِرَ فَلْيَخْلَعْ نَعْلَيْهِ وَلْيَتَنَكَّرْ فَإِنَّمَا هُوَ مَجْلِسُ الْحُزْنِ وَالْبُكَاءِ وَلْيَسْتَغْفِرُوْا لَهُمْ وَإِذَا كَانَ الْمُسْلِمُوْنَ أَهْلَ الْقُبُوْرِ فَلْيَقُوْلُوْا السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 3/661
Dalil 41
قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ثَلاَثَةٌ لاَ تَنْقُلُهُنَّ الْمَقَابِرُ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 3/662

3. Para pengantar tidak boleh duduk sebelum mayat dimasukkan ke liang kubur dan apabila duduk tidak boleh di kuburan.

Dalil 42
قَالَ ذَلِكَ : لاَ تَقْعُدُوْا حَتَّى تُدْفَنَ الْجَنَازَةُ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/69
Dalil 43
قَالَ كَعْكَعُ بْنُ مُعَوِّذٍ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : لاَ تَجْلِسُوْا عَلَى الْقُبُوْرِ وَلاَ تَصَلُّوْا إِلَيْهَا * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ

4. Bagi pengantar yang berkendaraan sunahnya di belakang dan yang jalan kaki boleh di depan boleh di belakangnya.

Dalil 44
قَالَ ذَلِكَ : أَيْنَمَا كُنْتُمْ فَوَارِسًا وَحَوْثُ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ

5. Bagi yang berpapasan dengan mayat / menjumpai mayat sedang digotong, sunahnya agar berdiri sampai mayat lewat / dikubur.

Dalil 45
قَالَ أَنَسٌ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ : مَرَّتْ جَنَازَةٌ فَقَامَ * وَهَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ 2/112

6. Bagi yang membawa jenazah, setelah pulang sunahnya berwudlu (lihat Dalil 6).

📄 Panduan Lengkap - PDF