Revolusi Persiapan Haji Melalui Teknologi Virtual Reality
Makkah – Sebuah lompatan teknologi besar dalam ekosistem haji dan umrah kini tengah dikembangkan untuk memastikan jemaah dari seluruh dunia memiliki kesiapan maksimal sebelum mereka meninggalkan rumah. Platform bertajuk “Salik Al-Mashaer” hadir sebagai bukti nyata peran Universitas Umm Al-Qura dalam membina inovasi dan kewirausahaan teknologi yang mampu menjawab tantangan logistik paling kompleks di dunia.
Melalui solusi transformatif yang dirancang khusus untuk kebutuhan jemaah, startup ini membantu meningkatkan efisiensi operasional dan memperpendek waktu perjalanan di antara situs-situs suci. Langkah ini sejalan dengan agenda transformasi digital Kerajaan Arab Saudi dan Visi 2030 yang ambisius dalam menghadirkan pengalaman kelas dunia bagi para tamu Allah.
Simulasi Interaktif: Mengubah Pembelajaran Pasif Menjadi Insting
Al-Amad, sebuah perusahaan yang berfokus pada solusi extended reality (XR) untuk pendidikan dan pelatihan, secara resmi memperkenalkan produk terbaru mereka, “Salik Al-Mashaer,” dalam ajang Umrah and Visit Forum 2026. Teknologi realitas virtual ini diciptakan untuk mempersiapkan jemaah dengan mensimulasikan pergerakan di antara situs-itus suci serta meningkatkan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi berbagai kondisi selama musim haji.
“Kami memindahkan peserta pelatihan dari pembelajaran pasif menuju pengalaman langsung yang interaktif di dalam lingkungan yang mencerminkan realitas dalam setiap detailnya,” ujar Tareq Bukhait Al-Dafi, pendiri dan CEO Al-Amad.
Platform ini berpijak pada dua pilar utama yang sangat krusial: navigasi yang aman di antara situs-situs suci dan kesiapsiagaan darurat. Cakupannya mulai dari skenario kerumunan massa yang padat hingga prosedur evakuasi skala penuh. Al-Dafi menekankan bahwa sistem ini menawarkan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh dokumen pengarahan atau video instruksional mana pun, yakni kemampuan untuk berlatih berulang kali dalam lingkungan yang terkendali hingga rasa percaya diri berubah menjadi insting.
Inklusivitas dan Analitik Data untuk Pelayanan Prima
Memahami keberagaman latar belakang jemaah haji, platform “Salik Al-Mashaer” telah mendukung berbagai bahasa utama, termasuk bahasa Arab, Inggris, dan Urdu. Tak hanya itu, fitur-fitur khusus juga disediakan bagi penyandang disabilitas rungu, yang menurut Al-Dafi, merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk melayani setiap jemaah tanpa memandang latar belakang atau kemampuan fisik.
Keunggulan lain dari platform ini adalah integrasi analitik data pembelajaran. Fitur ini memungkinkan operator untuk mengukur kinerja peserta pelatihan dan menilai tingkat kesiapan mereka sebelum benar-benar tiba di situs-situs suci.
“Hal ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada para jemaah,” tegas Tareq Bukhait Al-Dafi.
Menuju Implementasi Global di Musim Haji 1447 AH
Kehadiran platform ini dalam forum tersebut menarik minat besar dari para pemangku kepentingan di sektor pemerintah maupun swasta. Pejabat senior dan pakar industri terlibat langsung dalam diskusi substantif mengenai bagaimana “Salik Al-Mashaer” dapat diintegrasikan ke dalam kerangka pelatihan jemaah yang sudah ada. Integrasi ini akan menempatkan platform tersebut sebagai bagian penting dari target nasional Arab Saudi untuk memperluas kapasitas jemaah dan meningkatkan standar pengalaman haji secara keseluruhan.
Al-Dafi mengonfirmasi bahwa saat ini perusahaan tengah bekerja keras agar “Salik Al-Mashaer” dapat digunakan di kamp-kamp haji pada musim 1447 AH melalui kemitraan strategis. Ambisinya tidak berhenti di domestik; Al-Amad berencana melakukan ekspansi global dengan menyediakan pengalaman simulasi ini di pusat-pusat orientasi jemaah di negara-negara pengirim delegasi haji terbesar, guna mentransformasi keamanan dan kesiapan jemaah di seluruh dunia secara fundamental.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.