Ponpes Gadingmangu Perkuat Silaturahmi Lewat Santunan Ratusan Yatim dan Duafa di Jombang

Ponpes Gadingmangu Perkuat Silaturahmi Lewat Santunan Ratusan Yatim dan Duafa di Jombang

Wujud Kepedulian Sosial, Ponpes Gadingmangu Salurkan Santunan bagi Ratusan Yatim dan Duafa

Pondok Pesantren Gadingmangu kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan menyelenggarakan agenda "Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim serta Duafa". Bertempat di lingkungan pesantren pada Rabu (11/3/2026), kegiatan ini menjadi momentum penguat tali silaturahmi yang mempertemukan jajaran Forkopimda, tokoh agama, hingga masyarakat luas.

Acara yang berlangsung dalam suasana khidmat ini diikuti oleh sekitar 900 peserta. Sebagai bentuk aksi nyata, pihak pesantren menyalurkan paket sembako kepada 310 kaum duafa. Selain itu, kebahagiaan juga dibagikan kepada 105 anak yatim melalui pemberian bingkisan parsel dan santunan Tunjangan Hari Raya (THR).

Mewakili Ketua Pondok Pesantren Gadingmangu, Mochamad Dawud dalam sambutannya menekankan bahwa agenda ini memiliki esensi yang mendalam di balik kemasannya. Menurutnya, pesantren memiliki tanggung jawab untuk membumikan nilai-nilai kemanusiaan.

"Acara ini bukan sekadar seremonial tahunan," ujar Mochamad Dawud.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan itikad pesantren untuk mengimplementasikan nilai rahmah, empati, dan tanggung jawab sosial sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW. Secara khusus, Dawud memberikan motivasi kepada para anak yatim agar senantiasa optimis menatap masa depan.

"Kalian adalah anak-anak yang mulia di sisi Allah. Banyak tokoh besar dalam sejarah Islam yang tumbuh sebagai anak yatim, namun melalui kesungguhan dan pertolongan Allah, mereka mampu menjadi sosok yang bermanfaat bagi umat," ujar Mochamad Dawud.

Apresiasi atas konsistensi pesantren ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Asisten 1 Pemkab Jombang, Purwanto, yang hadir mewakili Bupati Jombang Abah Warsubi, menyampaikan rasa hormatnya atas inisiatif pesantren yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat.

Menurut Purwanto, kerukunan yang tercipta antara umara, ulama, tokoh masyarakat, serta kaum duafa dalam satu forum merupakan modal utama bagi pembangunan daerah. Sementara itu, Kepala Kemenag Jombang, Ilham Rohim, dalam tausiahnya memaparkan hakikat puasa sebagai sebuah bentuk tirakat.

Ilham menjelaskan bahwa proses menahan diri dari kesenangan duniawi selama bulan Ramadan bagi kaum mukalaf akan membuahkan hasil manis, baik di dunia saat hari kemenangan maupun di akhirat kelak. Ia pun memuji langkah nyata pesantren yang mengisi bulan suci dengan memperbanyak sedekah.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat dan kedamaian bangsa seiring berkumandangnya azan Magrib. Melalui kegiatan ini, Ponpes Gadingmangu kembali meneguhkan posisinya tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai pilar sosial yang aktif berkontribusi bagi masyarakat di wilayah Jombang dan sekitarnya.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama